PENGERTIAN DAN JENIS PENGANGGURAN: FRIKSIONAL, STRUKTURAL, SIKLIS DAN MUSIMAN

Pengangguran menjadi salah satu masalah krusial dalam ekonomi makro. Kali ini kita akan mengulas mengenai pengangguran dalam segi teori. Bahasan ini berisi Pengertian/Definisi Pengangguran dan Jenis Pengangguran yang terdiri dari pengangguran Friksional, Pengangguran Struktural, Pengangguran Siklis dan Pengangguran Musiman.

 

Definisi Pengangguran

Pengertian pengangguran (unemployment) adalah seseorang yang ingin bekerja dan telah berusaha mencari kerja, namun tidak mendapatkannya. Sedangkan tingkat pengangguran adalah persentase angkatan kerja yang tidak/belum mendapatkan pekerjaan. Untuk lebih jelas mengenai pengangguran, bagan dibawah ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas.

Dari bagan terlihat struktur pembagian yang jelas. Penduduk dibagi dalam 2 kategori yaitu usia kerja dan bukan usia kerja. Usia kerja yaitu penduduk yang berusia 15-64 tahun. Penduduk usia kerja ini di klasifikasikan dalam 2 kategori yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja merujuk pada penduduk usia kerja dan mencari kerja. Angkatan kerja dibagi dalam 2 kategori yaitu bekerja dan pengangguran (tidak bekerja).

 

Jenis-jenis pengangguran

Pada tulisan ini akan dijelaskan empat jenis pengangguran yaitu pengangguran friksional, pengangguran structural, pengangguran siklis, dan pengangguran musiman.

  • Pengangguran Friksional

Bila suatu periode tertentu perekonomian terus mengalami kemajuan pesat, jumlah dan tingkat pengangguran akan semakin rendah. Pada akhirnya perekonomian akan menuju penggunaan tenaga kerja penuh (full employment). Tingkat tenaga kerja penuh ini yaitu apabila pengangguran tidak lebih dari 4%. Para ekonom menganggapnya sebagai pengangguran normal karena pengangguran jenis ini hanya bersifat sementara dan disebabkan oleh kesenjangan antara pencari kerja dan lowongan kerja. Pengangguran disini terjadi karena ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik. Pengangguran jenis inilah yang disebut sebagai pengangguran friksional. Pengangguran friksional bukanlah wujud dari ketidakmampuan mendapatkan pekerjaan, melainkan sebagai akibat keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Dalam proses mencari pekerjaan yang lebih baik itulah adalakanya mereka harus menganggur. Sehingga sifatnya hanya sementara.

  • Pengangguran Struktural

Pengangguran structural bersifat mendasar karena pencari kerja tidak mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan pada lowongan kerja yang tersedia. Makin tinggi dan rumit proses produksi yang digunakan, akan menuntut persyaratan tenaga kerja yang juga tinggi. Dengan makin besarnya peranan mekanisme pasar yang semakin mengglobal maka toleransi atas kekurangan persyaratan tenaga kerja tidak ada lagi. Dilihat dari sifatnya pengangguran structural lebih sulit diatasi dibandingkan pengangguran friksional karena mengatasi pengangguran structural membutuhkan dana besar dan waktu yang lama.

  • Pengangguran Siklis

Pengangguran siklis (cyclical unemployment) atau pengangguran konjungtur adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Ketika perekonomian mengalami kemunduran, perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi sehingga mesin dan tenaga kerja banyak dikurangi untuk produksi, dengan demikian kemuduran ekonomi tersebut akan menaikkan jumlah dan tingkat pengangguran.

Setiap tahun jumlah penduduk bertambah sehingga jumlah tenaga kerja akan terus bertambah pula. Bila terjadi kemunduran ekonomi akan berakibat pada pengangguran yang meningkat. Pengangguran jenis inilah pengangguran siklis. Pengangguran konjungtur/siklis ini dapat diatasi apabila pertumbuhan ekonomi dapat dinaikkan setelah terjadi nya kemunduran ekonomi. Butuh pertumbuhan ekonomi yang tinggi agar tercipta kesempatan kerja baru yang lebih besar untuk mampu menampung jumlah tenaga kerja yang besar.

  • Pengangguran Musiman

Pengangguran ini berkaitan dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi pada sector pertanian. Semisal pengangguran yang terjadi pada petani diluar masa tanam dan panen. Petani bekerja pada masa tanam dan panen, sedangkan pada masa menunggu musim tanam/panen berikutnya mereka biasa menganggur. Jenis ini dikatakan pengangguran musiman.

 

References

Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Pengantar ilmu ekonomi (mikroekonomi & makroekonomi). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

 

NB:

Baca juga artikel lainnya tentang pengangguran:

  1. Cara mengukur pengangguran (secara konsep di USA)
Muhammad Dzul Fadlli

Leave a Reply