EKSTERNALITAS: PENGERTIAN, KLASIFIKASI DAN CONTOH

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai Eksternalitas. Pada judul tulisan ini yaitu EKSTERNALITAS: PENGERTIAN, KLASIFIKASI DAN CONTOH. Hal ini karena pada kesempatan ini akan diuraikan mengenai eksternalitas beserta pengertian, klasifikasi dan contoh eksternalitas.

Pengertian Eksternalitas

Eksternalitas adalah biaya-biaya atau manfaat-manfaat dari transaksi pasar yang tidak direfleksikan (dicerminkan) dalam harga. Ketika eksternalitas berlaku, pihak ketiga (diluar pihak penjual dan pembeli barang) dipengaruhi oleh produksi atau konsumsi barang tersebut. Manfaat ataupun biaya yag ditanggung pihak ketiga tidak dipertimbangkan oleh penjual dan pembeli barang sehingga menghasilkan eksternalitas.

Harga pasar tidak mampu mencerminkan secara akurat salah satu dari semua marginal social benefit atau semua marginal social cost dalam perdagangan barang ketika ada eksternalitas didalamnya. Eksternalitas ada dua:

  1. Eksternalitas negative, juga disebut external cost, yaitu biaya yang dibebankan kepada pihak ketiga bukannya ke penjual maupun pembeli barang yang tidak tercermin dalam harga pasar. Contoh: efek buruk dari polusi merupakan perusak kesehatan dan mengurangi nilai bisnis dan barang pribadi dan sumberdaya. Contoh lain adalah suara bising pesawat yang terbang rendah menjadi eksternalitas negative bagi penduduk yang tinggal dekat lokasi bandara.
  2. Eksternalitas positif yaitu manfaat bagi pihak ketiga daripada yang didapat pihak penjual dan pembeli barang atau jasa yang tidak tercermin dalam harga. Contoh: ketiga terjadi kebakaran dan api dipadamkan, eksternalitas positif diterima oleh pihak ketiga yang didekat daerah terbakar karena dengan dipadamkan api sehingga resiko terjadi kebakaran di rumahnya tidak terjadi.

Yang tidak termasuk kedalam eksternalitas adalah bila dampak-dampak tersebut termasuk didalam harga. Misalnya, bila seseorang suka photografi, kenaikan dalam permintaan peralatan photografi oleh orang lain dapat membuat harga perlengkapan fotografi naik karena kelangkaan. Kenaikan harga tersebut mencerminkan secara relative kenaikan permintaan antara mereka dan kenaikan harga tersebut sebagai insentif untuk menghasilkan produk lebih banyak.

 

EKSTERNALITAS DAN EFISIENSI

Pasar persaingan sempurna yang tidak diatur menghasilkan harga yang sama dengan marginal cost dan marginal benefit yang penjual dan pembeli nikmati. Ketika eksternalitas ada, marginal cost atau marginal benefit menjadi menyimpang. Contoh ketika produsen menghasilkan produk tidak mempertimbangkan masalah lingkungan yang diakibatkan oleh menghasilkan maupun mengkonsumsi barang tersebut.

 

EKSTERNALITAS NEGATIF

Ketika eksternalitas negative ada, harga barang/jasa tidak mencerminkan marginal social cost secara penuh dalam mengalokasi sumber daya untuk menghasilkan produk tersebut sehingga menimbulkan biaya bagi pihak ketiga. Marginal Esternal Cost (MEC) adalah biaya ekstra pada pihak ketiga yang muncul dari produksi lagi barang atau jasa. MEC adalah bagian dari marginal social cost dari pembuatan barang. Contoh: polusi industry kertas dapat mengurangi pendapatan nelayan, mengurangi jumlah rekreasi seperti untuk berenang, boating dan aktivitas lain.

Marginal cost yang produsen dasarkan pada keputusan mereka pada marginal private cost (MPC) dari produksi kertas. Untuk mendapatkan marginal social cost, marginal eksternal cost dari output, MEC, harus di tambahkan ke marginal private cost, MPC:

MPC + MEC = MSC

 

Ketika ada eksternalitas negative, marginal private cost dari barang akan jauh lebih rendah dari marginal social cost nya.

Pada ekuilibrium pasar persaingan sempurna:

MPC = MSB

Dan efisiensi mensyaratkan full marginal social cost dari barang dan jasa, sehingga efisiensi ekuilibrium bergeser ke point B dari pada point A. sehingga

MSC= MPC + MEC = MSB

Marginal social cost dari barang, termasuk marginal external cost, harus sama dengan marginal social benefitnya untuk mencapai efisiensi.

 

EKSTERNALITAS POSITIF

Ketika eksternalitas positif ada, harga tidak sepenuhnya sama dengan marginal social benefit barang dan jasa. Contoh: suntikan vaksin untuk melawan penyakit. Orang-orang yang divaksin mendapatkan manfaat untuk dirinya dan tentunya berkurangnya orang yang terkena sakit akan mengurangi resiko orang lain terkena penyebaran penyakit. Berkurangnya resiko penyakit memberikan eksternalitas positif bagi orang lain bahkan seluruh dunia sehingga resiko terkena penyakit berkurang.

Gambar 3.2 mengilustrasikan bagaimana penjualan jasa penyuntikkan/vaksin dalam pasar persaingan akan menghasilkan lebih sedikit daripada efisiensi jumlah tahunan bila eksternalitas positif ada. Ekuilibrium pasar terjadi pada titik U.  Diduga bahwa marginal external benefit (MEB), manfaat dari tambahan output bertambah kepada pihak ke tiga daripada kepada pembeli atau penjual barang. Ekuilibrium pasar yang cocok untuk persamaan setiap marginal private benefit orang-orang, MPBi,  dari penyuntikan vaksin dengan marginal social cost untuk menyediakannya. Asumsikan bahwa marginal private cost mencerminkan marginal social cost nya.

MPBi + MEB = MSB

Secara umum ketika eksternalitas positif ada, marginal private benefit akan jauh di bawah marginal social benefit pada setiap level output tahunan. Output yang efisien terjadi pada titik V saat marginal social benefit sama dengan marginal social cost yang terjadi untuk memproduksi vaksin.

MPBi + MEB = MSB = MSC

 

References

Hyman, D. N. (2011). Public Finance: A Contemporary Application of Theory to Policy, Tenth Edition. South-Wester: Cengage Learning .

 

Muhammad Dzul Fadlli

Leave a Reply