Produk Domestik Bruto (PDB): Pengertian, konsep, perhitungan, sumber data dan data

PDB -PRODUK DOMESTIK BRUTO
PDB -PRODUK DOMESTIK BRUTO

Pada tulisan ini akan konsep Produk Domestik Bruto (PDB). Atau yang dalam bahasa inggris dikenal dengan Gross Domestic Product (GDP). Tulisan ini akan berisi istilah-istilah yang digunakan terkait PDB, pengertian produk domestik bruto, konsep PDB, rumus perhitungan PDB, sumber data PDB, dan contoh data PDB Indonesia.

Produk domestik bruto atau yang disingkat PDB merupakan konsep dalam ekonomi yang banyak didengar masyarakat. Namun tidak jarang yang masih bingung akan hal tersebut. Ada saja yang bertanya Apa itu PDB/GDP? Dan bagaimana konsep nya? Bagaimana cara menghitungnya? hingga banyak pula yang mencari data nya. Oleh sebab itu pada kali ini kita akan membahas tentang Produk Domestik Bruto (PDB): Definisi, konsep, perhitungan, sumber data dan data.

Pada tulisan ini kita akan menjelaskan lebih jauh tentang PDB/GDP. Tulisan ini akan berisi istilah-istilah yang digunakan, pengertian, konsep, rumus perhitungan, sumber data, dan link data PDB Indonesia.

1. Istilah PDB

PDB merupakan singkatan dari Produk Domestik Bruto. Dalam bahasa inggris disebut dengan Gross Domestic Product atau disngkat GDP. Penggunaan PDB/GDP untuk menggambarkan ekonomi nasional. Sedangkan untuk tataran lokal seperti pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota digunakan istilah PDRB. PDRB merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Dalam bahasa inggris dikenal dengan Gross Domestic Regional Product atau disingkat GDRP.
Istilah-istilah ini menggambarkan hal yang sama. Jadi tidak perlu bingung, karena semua nya bermakna sama. Kita dapat menggunakan istilah bahasa Indonesia yaitu PDB dan PDRB. Sedangkan istilah dalam bahasa inggris
dikenal dengan GDP dan GDRP. Perbedaan nya yaitu PDB/GDP digunakan untuk level nasional/negara, sedangkan PDRB/GDRP digunakan untuk menggambarkan ekonomi pada tingkat provinsi dan kota/kabupaten.

2. Pengertian dan Konsep Produk Domestik Bruto (PDB)

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) menurut BPS yaitu “Nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu wilayah dalam suatu jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun)”.

Definisi PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan di dalam wilayah domestik untuk selanjutnya digunakan sebagai konsumsi “akhir” masyarakat. (BPS, 2018)

Dari segi penyajian data, PDB disajikan dalam dua konsep harga, yaitu harga berlaku dan harga konstan. PDB atas dasar harga berlaku, juga disebut sebagai PDB nominal yaitu nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu periode waktu menurut harga yang berlaku pada waktu tersebut. Sedangkan PDB atas dasar harga konstan (PDB riil) merupakan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada satu tahun tertentu sebagai tahun dasar. PDB atas dasar harga berlaku dapat memperlihatkan struktur perekonomian suatu negara berdasarkan lapangan usaha. Sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi sebagai refleksi capaian yang diperoleh dalam pembangunan dalam jangka waktu tertentu.

3. Kegunaan Produk Domestik Bruto

Adapun kegunaan PDB menurut BPS yaitu:
a). Indikator untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu wilayah; b). Bahan analisis kemakmuran masyarakat; c.) Bahan analisis tingkat perubahan barang dan jasa; d). Bahan analisis produktivitas sektoral; serta e). Alat kontrol dalam menentukan kebijakan.

4. Perhitungan PDB

PDB dapat dihitung dengan 3 pendekatan yaitu produksi, pendapatan dan pengeluaran.

– Pendekatan Produksi
Menurut pendekatan ini, PDRB adalah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Unit produksi berdasarkan seri 2000 dikelompokkan dalam 9 sektor. Sedangkan seri terbaru menggunakan tahun dasar 2010, dan Unit-unit produksi tersebut dalam penyajiannya dikelompokkan menjadi 17 kategori lapangan usaha berdasarkan pengkategorian untuk tahun 2010 yaitu: 1. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, 2. Pertambangan dan Penggalian, 3. Industri Pengolahan, 4. Pengadaan Listrik dan Gas, 5. Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, 6. Konstruksi, 7. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, 8. Transportasi dan Pergudangan, 9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, 10. Informasi dan Komunikasi, 11. Jasa Keuangan dan Asuransi, 12. Real Estat, 13. Jasa Perusahaan, 14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, 15. Jasa Pendidikan, 16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, 17. Jasa lainnya. Setiap kategori lapangan usaha tersebut dirinci lagi menjadi sub-sub kategori lapangan usaha.

– Pendekatan Pendapatan
PDRB menurut pendekatan ini merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Balas jasa faktor produksi yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan; semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya. Dalam definisi ini, PDRB mencakup juga penyusutan dan pajak tidak langsung neto (pajak tak langsung dikurangi subsidi).

– Pendekatan Pengeluaran
Untuk menghitung PDB dengan menggunakan metode pengeluaran dapat digunakan rumus:
Y = C + I + G + (X-M)
Y = C + I + G + NX
Keterangan:
Y = PDP
C = Konsumsi
I = Investasi
G = Pengeluran Pemerintah
NX = Net export
X = Ekspor
M = Impor

Namun dalam aspek teknis, beberapa variabel di rincikan lagi oleh BPS. Sehingga dalam PDB/PDRB berdasarkan pengeluaran terdiri atas: (1) pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga (2) pengeluaran konsumsi akhir lembaga non profit yang melayani rumah tangga (3) pengeluaran konsumsi akhir pemerintah, (4) pembentukan modal tetap domestik bruto, (5) perubahan inventori, dan (6) ekspor neto (ekspor dikurangi impor).

5. Sumber Data PDB

Bila anda ingin mencari data produk domestik bruto (PDB) untuk Indonesia sebenarnya bisa anda dapatkan dari berbagai sumber. Beberapa sumber yang menyediakan data PDB Indonesia yaitu:
1. Badan Pusat Statistik (BPS)
2. Bank Indonesia
3. Fitec.web.id/category/data (web ini menyediakan olahan data berupa grafik/tabel)

Bagi anda yang masih baru dan asing dengan mengakses data pada lembaga-lembaga tersebut, maka kami dari FITEC telah menyiapkan data nya untuk anda. Pada bagian selanjutnya (Data PDB/GDP), kami menyediakan link akses data PDB dan PDRB. Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik. Anda dapat mengunduh data nya dalam bentuk Tabel/excel, Grafik/JPG, dan PDF.

6. Data Contoh Produk Domestik Bruto Indonesia

Berikut ini akan diberikan link contoh Data PDB Indonesia, PNB Indonesia, PDB perkapita Indonesia dapat di akses disini:

 

7. Penelitian yang terkait dengan PDB ataupun pertumbuhan ekonomi

, , ,
Muhammad Dzul Fadlli

Leave a Reply