MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI SOLOW

model pertumbuhan ekonomi

Pada kesempatan ini kita ingin mengulas MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI SOLOW. Untuk memahami bagaimana pertumbuhan ekonomi terjadi dan berbagai variabel yang mempengaruhinya, kita perlu mempelajari model-model pertumbuhan ekonomi. Disini akan diulas salah satunya yaitu model pertumbuhan ekonomi dari Solow. Langsung saja di simak bagaimana model Solow menjelaskan peristiwa pertumbuhan ekonomi.

 

MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI SOLOW

Model pertumbuhan ekonomi Solow adalah titik awal untuk semua analisis tentang pertumbuhan. Kesimpulan secara prinsip dari model Solow adalah tentang akumulasi modal fisik tidak dapat didalilkan salah satunya untuk pertumbuhan yang besar sepanjang waktu dalam ukuran output per orang ataupun perbedaan output per orang secara geografis yang luas. Lebih spesifiknya, dugalah bahwa akumulasi modal mempengaruhi ooutput melalui jalur konvensional yang  dimana akumulasi modal membuat kontribusi langsung pada produksi, dimana ia membayar pada produksi marginal nya. Model solow mengisyaratan bahwa perbedaan dalam pendapat riil bahwa kita mencoba untuk memahami terlalu luas yang dapat dihitng oleh perbedaan dalam input modal. Model solow memproses sumber potensial lainnya dari perbedaan pendapatan riil sebagai salah satu eksogen dan oleh karena itu tidak dijelaskan didalam model (seperti kemajuan teknologi) ataupun ketiadaan semuanya (dalam kasus ini seperti eksternalitas dari modal). Oleh karena itu untuk pertanyaan inti tentang teori pertumbuhan harus berpindah ke pembahasan lain diluar model solow.

Asumsi model Solow tentang tingkat tabungan yang konstan memiliki tiga keunggulan. Pertama, dan yang paling penting untuk mempelajari pertumbuhan, ini menunjukkan bahwa kesimpulan model Solow tentang pertanyaan utama teori pertumbuhan tidak bergantung pada asumsi tingkat tabungan tetap. Kedua, memungkinkan kita untuk mempertimbangkan masalah kesejahteraan. Sebuah model yang secara langsung menentukan hubungan antara variabel agregat tidak memberikan cara menilai apakah beberapa hasil lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain: tanpa individu dalam model, kita tidak bisa mengatakan apakah hasil yang berbeda membuat individu lebih baik atau lebih buruk. Model generasi tak terbatas dan tumpang tindih dibangun dari perilaku individu, dan karenanya, dapat digunakan untuk membahas masalah kesejahteraan. Ketiga, model generasi tak terbatas dan tumpang tindih digunakan untuk mempelajari banyak masalah di bidang ekonomi selain pertumbuhan ekonomi; dengan demikian mereka adalah alat yang berharga.

 

Asumsi dalam Model Pertumbuhan Ekonomi Solow

INPUT DAN OUTPUT

Model Solow focus pada 4 variabel yaitu output (Y), modal (K), tenaga kerja (L) dan “pengetahuan” atau “efektivitas tenaga kerja” (A). Bentuk fungsi produksinya sebagai berikut:

Y = f (K, A, L)

Output berubah sepanjang waktu hanya jika input untuk produksi berubah. Secara khusus, jumlah output diperoleh dari jumlah tertentu modal dan tenaga kerja yang meningkat sepanjang waktu – terdapat juga pengaruh kemajuan teknologi – hanya jika jumlah pengetahuan meningkat.

Perhatikan juga bahwa A dan L masuk secara multiplikasi. AL disebut sebagai tenaga kerja yang efektif, dan kemajuan teknologi yang masuk dalam mode ini dikenal sebagai penambahan tenaga kerja atau Harrod-netral. Cara menentukan bagaimana A masuk, bersama dengan asumsi lain dari model, akan menyiratkan bahwa rasio modal terhadap output, K / Y, akhirnya tetap. Dalam praktiknya, rasio modal-output tidak menunjukkan tren naik atau turun yang jelas selama periode yang panjang. Selain itu, membangun model sehingga rasio pada akhirnya konstan membuat analisis lebih sederhana. Dengan asumsi bahwa A mengalikan L maka sangat nyaman.

Pusat Asumsi yang digunakan dalam model Solow berfokus pada sifat fungsi produksi dan perubahan dari tiga input dalam produksi (modal, tenaga kerja, dan pengetahuan) sepanjang waktu.

 

Asumsi berfokus pada fungsi produksi

Asumsi penting berfokus pada fungsi produksi maksudnya adalah asumsinya fungsi produksi memiliki skala hasil yang konstan (constant returns to scale) dalam 2 argumentasi yang mempengaruhinya yaitu modal dan tenaga kerja yang efektif. Menggandakan kuantitas modal dan tenaga kerja efektif (misalnya menggandakan K dan L dengan A tetap) akan menggandakan jumlah yang diproduksi.

Asumsi hasil konstan dapat dipikirkan sebagai kombinasi dari 2 asumsi yang terpisah. Pertama, ekonomi cukup besar yang mana menghasilkan dari spesialisasi yang telah jenuh. Di ekonomi sangat kecil,  boleh jadi cukup mungkin unutk spesialisasi lebih lanjut yang menggandakan jumlah modal dan tenaga kerja lebih daripada menggandakan output. Model Solow mengasumsikan, bahwa ekonomi cukup besar, bahwa jika modal dan tenaga kerja digandakan, input-input baru yang digunakan secara mendasarkan akan digunakan dengan cara yang sama dengan input yang telah ada, dan sehingga outputnya menjadi ganda.

Asumsi kedua yaitu input diluar modal, tenaga kerja dan pengetahuan secara relative tidak penting. Khususnya, model ini mengabaikan tanah dan sumberdaya alam lainnya.bila sumber daya alam penting, menggandakan modal dan tenaga kerja dapat kurang dari output ganda. Dalam prakteknya, keberadaan sumberdaya alam nampaknya tidak menjadi habatan utama dalam pertumbuhan. Mengasumsikan hasil konstan terhadap modal dan tenaga kerja sendiri oleh sebab itu Nampak menjadi perkiraan yang beralasan.

 

BERSAMBUNG >>>

 

References

Romer, D. (2012). Advanced Macroeconomics (4th Edition ed.). New York, USA: McGraw-Hill.

Leave a Reply