teori biaya produksi

Teori Biaya Produksi

Teori biaya produksi akan membicarakan bagaimana produsen berusaha untuk  menentukan tingkat output dengan biaya produksi yang efisien. Pada pembahasan sebelumnya teori produksi membicarakan tentang bagaimana faktor produksi secara fisik digunakan, sedangkan pada teori biaya produksi akan membicarakannya dari sisi uang. Ketika membicarakan terkait produksi yang efisien, maka salah satu ukuran penting dari efisiensi produksi yaitu dilihat dari nilai uangnya.

Pada saat melakukan produksi, tingkat produksi yang dilakukan akan sangat terkait dengan produktivitas dari faktor-faktor produksinya. Produktivitas yang semakin tinggi akan menyebabkan produsen dapat memproduksi output pada tingkat yang sama dengan biaya yang lebih murah. Ada hubungan terbalik yang terjadi, dimana semakin tinggi tingkat produktivitas maka biaya produksi yang diperlukan semakin murah.

Dalam teori biaya produksi, juga perlu melihat periode dari produksi. Sebab, dalam jangka pendek ada faktor produksi yang bersifat tetap sehingga menimbulkan biaya tetap. Sedangkan dalam jangka panjang, semua faktor produksi yang digunakan akan menjadi faktor variabel sehingga menjadi biaya variabel.

Pada kesempatan ini akan membahas terkait teori biaya produksi dalam jangka pendek. Pembahasan ini juga masih terkait dengan teori produksi, sebaiknya anda membaca juga tulisan teori perilaku produsen yang telah dibahas sebelumnya.

 

Teori Biaya Produksi dalam jangka pendek

Terdapat beberapa istilah yang perlu dipahami dalam mempelajari teori biaya produksi yaitu biaya tetap, biaya variabel, biaya total, biaya rata-rata, dan biaya marginal.

Biaya total (total cost) yang harus ditanggung oleh produsen ketika produksi akan terdiri dari biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:

TC = FC + VC

Dengan TC yaitu biaya total dalam jangka pendek, FC adalah biaya tetap dalam jangka pendek, dan VC adalah biaya variabel dalam jangka pendek. Biaya tetap (fixed cost) merupakan biaya yang besaran tidak tergantung pada jumlah produksi. Ada ataupun tidak ada produksi, biaya tetap harus tetap ditanggung oleh produsen. Biaya tetap ini contohnya biaya untuk barang modal, biaya untuk gaji penggawai, biaya sewa kantor hingga bunga pinjaman. Sedangkan biaya variabel (variable cost) merujuk pada biaya yang harus ditanggung bergantung pada jumlah produksi yang dilakukan. Contoh biaya variabel yaitu upah buruh dan biaya bahan baku.

Hubungan diantara biaya total, biaya tetap, dan biaya variabel apabila digambarkan dalam bentuk grafik akan terlihat sebagai berikut:

 

Dari grafik diatas terdapat beberapa poin yang dapat dipahami bahwa:

  1. Garis Biaya Tetap (Fixed Cost) mendatar yang menunjukkan bahwa biaya tetap tidak bergantung pada jumlah produksi yang dilakukan. Dengan garis biaya tetap yang berposisi diatas nilai nol, berarti ada biaya tetap yang harus di tanggung.
  2. Garis biaya variabel (Variable cost) menunjukkan biaya yang harus di keluarkan untuk menghasilkan sejumlah tertentu output. Biaya variabel dimulai dari angka nol dan terus meningkat yang menunjukkan bahwa ketika tidak berproduksi maka tidak ada biaya variabel yang dikeluarkan. Namun semakin besar biaya variabel menunjukkan semakin besar output yang dihasilkan.
  3. Garis biaya total sejajar dengan garis biaya variabel, serta garis biaya total tidak dimulai dari nol, namun pada titik biaya tetap sama dengan nol, dan garis biaya total terus mengalami peningkatan sesuai dengan peningkatan biaya variabel. Hal ini menunjukkan bahwa biaya total berasal dari biaya tetap dan biaya variabel. Karena biaya tetap tidak berubah, yang menentukan besar atau pun kecil biaya total dalam jangka pendek yaitu dari perubahan biaya variabel.

 

Selain ketiga jenis biaya tersebut, perlu juga mengetahui tentang biaya rata-rata. Biaya rata-rata menunjukkan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit output. Biaya rata-rata dihitung dari biaya total yang dibagi dengan jumlah output. Karena biaya dalam jangka pendek dirumuskan dengan TC = FC + VC maka biaya rata-ratanya (average cost) akan sama dengan biaya tetap rata-rata (average fixed cost) ditambah biaya variabel rata-rata (average variable cost).

AC = AFC + AVC

Atau

TC/Q = FC/Q + VC/Q

Dimana AC adalah biaya rata-rata, AFC adalah biaya tetap rata-rata, dan AVC adalah biaya variabel rata-rata.

Selain itu, perlu juga memahami tentang biaya marginal (marginal cost) yang menunjukkan tambahan biaya yang diperlukan untuk menambah produksi sebanyak satu unit output. Biaya marginal (MC) dalam jangka pendek dapat di rumuskan dengan:

MC = d TC/ dQ

Perubahan biaya total dalam jangka pendek dipengaruhi oleh biaya variabel. Dengan demikian dapat dirumuskan:

MC = dVC / dQ

 

Biaya-biaya diatas dalam teori biaya produksi dapat dihubungkan dengan kurva-kurva biaya berikut:

Kurva AFC terus menurun berbentuk garis asimptot pada sumbu vertikal dan horizontal.

Kurva AVC pada mulanya menurun, hingga mencapai titik minimum pada saat AP maksimum, kemudian menaikmendekati kurva AC namun tidak pernah bersentuhan, karena AFC terus menurun

Kurva A awalnya menurun sampai mencapai minimum, setelah itu terus menaik

Kurva MC pada awalnya juga menurun sampai mencapai minimum. Selanjutnya kurva MC naik dan memotong kurva ACV dan AC pada keduanya minimum. Setelah itu titik itu nilai MC lebih besar dari nilai AC dan AVC.

 

Bagikan:

Leave a Reply