uang

Uang: Pengertian Uang, Jenis Uang dan Fungsi Uang

Uang dalam pandangan ilmu ekonomi dan orang biasa sedikit berbeda. Masyarakat biasa mungkin akan menganggapnya hanya berbentuk kertas dan logam yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam pandangan ilmu ekonomi, tidak hanya dalam bentuk kertas dan logam. Pembahasan ini mengarah pada pemahaman bagaimana sebenarnya dalam pandangan ilmu ekonomi.

Uang

Pada uraian ini akan mengulas tentang pengertian, jenis dan fungsi uang dari sisi ilmu ekonomi.

Pengertian Uang

Untuk dapat memahami lebih baik, disini akan coba di sampaikan beberapa pengertian uang menurut para ahli. Pengertiannya akan diambil dari 3 ahli yaitu:

Menurut (Rahardja & Manurung, 2008) bahwa Pengertian uang adalah sesuatu yang diterima/dipercaya masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi. Karena merupakan stok asset-aset yang digunakan untuk transaksi.

Menurut (Solikin & Suseno, 2002) bahwa Pengertian uang adalah suatu benda mempunyai kegunaan untuk dapat ditukarkan dengan benda lain, yang dapat dipergunakan untuk menilai benda lain, dapat disimpan, dan dapat dipergunakan untuk membayar utang dimasa yang akan datang.

Menurut (Mishkin, 2016) bahwa pengertian uang adalah segala sesuatu yang secara umum diterima sebagai pembayaran barang atau jasa atau untuk membayar utang. Sedangkan matauang yang biasa kita temui (currency) baik itu terdiri dari matauang logam maupun kertas, itu hanya salah satu bagian dari uang dalam pandang ekonomi.

 

Jenis-jenis Uang

Jenis-jenis uang disini akan dibedakan berdasarkan evolusi sistem pembayaran dan juga berdasarkan jumlah uang beredar.

1. Jenis-jenis uang berdasarkan evolusi sistem pembayaran

Sistem pembayaran telah berubah sepanjang waktu. Perubahan tersebut juga sebagai bagian dari perubahan bentuk uang itu sendiri. Ada lima jenis berdasarkan sistem pembayaran yang pernah digunakan yaitu:

  • Commodity Money (Uang komoditas)

Pengertian Commodity money adalah uang yang mempunyai nilai sebesar nilai dari komoditas itu sendiri (Rahardja & Manurung, 2008). Commodity money terbuat dari logam mulia atau komoditas berharga lainnya. Contoh dari commodity money ini adalah uang yang terbuat dari emas dan perak. Pada zaman dulu emas dan perak dijadikan sebagai uang Karena Emas dan perak dan perak merupakan obyek yang jelas memiliki nilai dan semua orang menyukainnya, serta semua orang menerimannya sebagai alat pembayaran. Sehingga nilai nya tersebut sama berharganya dengan nilai dari komoditas emas dan perak itu sendiri.

Commodity money memiliki peran sebagai alat pertukaran dan termasuk sistem lama dalam sistem pembayaran. Kekurangan dari penggunaan commodity money dari logam tersebut adalah sangat berat untuk dibawa dan sulit untuk pindahkan (sulit dibawa kemana-mana). Coba bayangkan membawa logam dalam jumlah banyak, hal tersebut tentu akan merepotkan.

  • Fiat Money

Pengertian fiat money atau token money adalah komodistas yang diterima sebagai uang namum memiliki nilai nominal yang lebih besar dari nilai dari komoditas itu sendiri. Sebagai contoh yaitu anda memegang uang kertas, Anggap anda memegang pecahan Rp. 50.000. Nilai nominal yang sebesar 50.000 tersebut lebih besar dari nilai kertas untuk mencetak uang tersebut. Kertas yang digunakan untuk mencetak tersebut jauh lebih murah harga nya. Masyarakat tetap menerimanya tersebut sebagai alat pembayaran yang resmi karena pemerintah yang menetapkannya sesuai peraturan sehingga masyarakat percaya.

Fiat money ini menjadi pengembangan lanjutan dari sistem pembayaran yaitu dengan menggunakan matauang dari kertas (potongan kertas yang berfungsi sebagai alat tukar/alat pembayaran). Pada perkembangan awalnya uang kertas memiliki jaminan dapat ditukarkan kedalam bentuk koin atau sejumlah tertentu logam berharga. Namun, perkembangan selanjutnya penggunaan kertas telah berevolusi menjadi fiat money, yang artinya bahwa uang kertas (fiat money) disahkan oleh pemerintah sebagai legal tender (yang berarti bahwa fiat money harus di terima sebagai alat pembayaran yang sah untuk utang) tetapi sudah tidak lagi dapat dikonversi kedalam bentuk koin atau logam berharga.

Keuntungan dari matauang kertas adalah jauh lebih ringan daripada menggunakan koin atau logam, tetapi sama-sama diterima sebagai alat tukar. Dapat diterima sebagai alat tukar hanya jika terdapat kepercayaan dari pemerintah yang mengesahkannya dan dicetak dengan teknologi yang maju/canggih sehingga sangat sulit untuk dipalsukan.

Sedangkan kelemahan dari uang kertas dan koin adalah mudah dicuri dan berbiaya mahal untuk dipindah-pindah tempat dalam jumlah yang besar. Untuk mengatasi hal tersebut, perkembangan selanjutnya dari sistem pembayaran yaitu dengan mengembangkan perbankan modern dengan menemukan check.

  • Cek (Check)

Cek adalah instruksi dari nasabah kepada bank untuk mengirimkan uang dari akun nasabah kepada akun orang lain ketika nasabah mendepositokan cek. Cek memberikan kemudahan dalam transaksi tanpa harus membawanya dalam jumlah besar. Keberadaan cek ini mengurangi biaya pengiriman dana yang terkait dengan sistem pembayaran dan meningkatkan efisiensi ekonomi. Transaksi dalam jumlah besar dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan cek. Cek juga memberikan keuntungan berupa pengurangan resiko pencurian. Namun  kekurangan dari cek adalah proses pencairan yang butuh beberapa hari, hal ini meropotkan bagi seseorang yang membutuhkan dana cair saat itu. Serta biaya penggunaan cek juga cukup mahal.

  • Pembayaran Elektronik

Dengan adanya internet dan computer yang tidak terlalu mahal menyebabkan transaksi menjadi lebih murah bila di bayar secara elektronik. Dengan menggunakan website, dan dibutuhkan hanya beberapa klik saja maka transaksi secara elektronik sudah berjalan. Dengan pembayaran elektronik menjadikan transaksinya lebih mudah dan lebih murah.

  • E-money (electronic money)

Electronic money atau e-money adalah money yang ada dalam bentuk elektronik. Dengan keberadaan pembayaran elektronik dapat disubstitusi bukan hanya untuk cek tetapi juga untuk cash dalam bentuk e-money. Bentuk pertama dari e-money adalah kartu debit. Bentuk lain dari e-money yang lebih maju yaitu dalam bentuk smart card dan e-cash. Contoh dari e-cash yaitu seseorang dalam melakukan belanja online dan pembayarannya dapat dilakukan melalui e-cash, dimana pembeli hanya perlu mengklik buy di komputernya dan e-cash otomatis di transfer dari computer pembeli ke computer penjual. Dan penjual sudah dapat langsung memiliki dana tersebut di akun bank nya bahkan sebelum barang yang dijual terkirim.

 

2. Jenis-jenis berdasarkan jumlah uang beredar (JUB)

Solikin dan Suseno,  (2002:13-14) menjelaskan, pengertian JUB adalah kewajiban sistem moneter terhadap sektor swasta domestik. Di Indonesia saat ini kita hanya mengenal dua macam JUB saja, yaitu:

1. JUB dalam arti sempit yang sering diberi simbol M1. Pengertian JUB dalam arti sempit adalah sebagai kewajiban sistem moneter terhadap sektor swasta domestik yang terdiri dari uang kartal (C) dan giral (D).

2. JUB dalam arti luas yang sering juga disebut sebagai likuiditas perekonomian dan diberi simbol M2. Pengertian JUB dalam arti luas adalah sebagai kewajiban sistem moneter terhadap sektor swasta domestik yang terdiri dari uang kartal (C), giral (D), dan kuasi (T).

Di Indonesia, pengertian uang kartal adalah uang kertas dan logam yang beredar di masyarakat yang dikeluarkan dan diedarkan oleh Bank Indonesia yang berfungsi sebagai otoritas moneter.

Sedangkan pengertian uang giral adalah uang yang berada dalam rekening giro di bank umum. Rekening giro adalah suatu rekening simpanan di bank umum yang penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu. Mempunyai rekening giro sebenarnya sama dengan mempunyai cash.

Sedangkan pengertian uang kuasi adalah uang yang tersimpan dalam rekening tabungan dan deposito berjangka yang penarikannya tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu. Yang dimaksud tabungan disini adalah tabungan berjangka. Lazimnya, penarikan rekening tabungan dan deposito berjangka adalah sesuai dengan yang telah diperjanjikan antara penabung dengan bank, misalnya dalam jangka waktu 1 bulan atau 3 bulan.

 

Fungsi Uang

Fungsi nya ada 4 macam yaitu uang sebagai satuan hitung, sebagai alat transaksi/pembayaran, sebagai penyimpan nilai, dan sebagai standar pembayaran di masa mendatang. Untuk lebih jelas mengenai ke empat fungsi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Satuan Hitung

Fungsi sebagai satuan hitung (unit of account) adalah uang dapat dipergunakan untuk memberi harga pada suatu komoditas berdasarkan satu ukuran umum. Misalkan harga laptop adalah 7 juta dan harga handpone adalah 3 juta.

2. Alat Pembayaran/Transaksi

Fungsi uang sebagai alat pembayaran/transaksi (medium of exchange) karena dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran atau alat tukar. Berfungsi sebagai alat tukar karena dapat diterima atau mendapat jaminan kepercayaan. Jamin kepercayaan ini diberikan oleh pemerintah karena telah diberlakukan sebagai alat tukar yang berkekuatan hukum (berdasarkan peraturan perundang-undang). Dengan fungsi sebagai alat tukar akan mempermudah transaksi di dalam perekonomian.

3. Penyimpan Nilai / penimbun kekayaan (Store of Value)

Fungsi uang sebagai penimbun kekayaan adalah terkait dengan kemampuannya untuk menyimpan hasil (penimbun kekayaan) dari transaksi yang dilakukannya atau dapat meningkatkan daya beli. Misalnya pedagang menjual dagangannya seharga 10 juta. Hasil penjualan tersebut dapat menjadi penimbun kekayaannya dan dapat dibelanjakan di masa depan.

4. Standar Pembayaran di masa depan

Fungsi sebagai standar pembayaran dimasa depan. Karena banyak aktivitas ekonomi yang pembayarannya tidak selalu dilakukan disaat itu, namun dilakukan di masa depan. Contohnya pegawai baru di gaji setelah sebulan bekerja atau transaksi ekonomi yang bersifat utang-piutang. Transaksi pembayarannya dilakukan di masa depan karena merupakan standar pembayaran.

Bagikan:

Leave a Reply