MENILAI DETREMINAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI GHANA (Jurnal)

Pada postingan ini akan menampilkan hasil penelitian dari (Bonga-Bonga & Ahiakpor, 2016) tentang Determinan Pertumbuhan Ekonomi di Ghana. Berikut hasilnya:

Ekonomi Afrika termasuk di antara ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Secara khusus, ekonomi Afrika Barat telah tumbuh rata-rata 5,7% pada tahun 2013 dan 6% pada tahun 2014, meskipun berjuang dengan virus Ebola. Ghana telah berada di garis depan pertumbuhan ini dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 8% pada periode 2001-2014 (AfDB 2015). Tantangan yang dihadapi oleh negara-negara Afrika, seperti Ghana, adalah untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini untuk membiayai sejumlah proyek pembangunan dan mengekang merebaknya kemiskinan yang lazim di sejumlah negara Afrika.

Keberlanjutan arah pertumbuhan Ghana dan kebijakan ekonomi yang terjadi memerlukan pengetahuan yang kuat tentang pendorong dan penentu pertumbuhan ekonominya. Makalah ini berkontribusi pada literatur tentang pertumbuhan ekonomi di Ghana, sebagai studi kasus ekonomi yang tumbuh cepat di Afrika, dengan menerapkan analisis BMA dalam menentukan pendorong pertumbuhan ekonomi negara itu. Sejauh pengetahuan kami, tidak ada studi yang mengidentifikasi pendorong pertumbuhan ekonomi di Ghana dengan menggunakan pendekatan BMA. Teknik BMA memberikan keunggulan dibandingkan teknik model tunggal dengan menggabungkan dan membuat rata-rata berbagai model dan teori yang ada untuk menentukan pendorong pertumbuhan ekonomi. Data tahunan mulai dari tahun 1970 hingga 2012 dikumpulkan dari statistik Indikator Pembangunan Bank Dunia (WDI 2012) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Ada 22 variabel yang digunakan dalam estimasi model, termasuk PDB per kapita sebagai variabel dependen. Variabel penjelas dipilih dengan mempertimbangkan kemungkinan mereka menentukan pertumbuhan ekonomi di Ghana. Selain itu, variabel-variabel ini dipilih dengan memperhitungkan kekhasan ekonomi-ekonomi Ghana, seperti keberadaan ekonomi ganda dan ketergantungannya pada sumber daya alam untuk pendapatan ekspor. Menggunakan ambang 50%, seperti yang disarankan oleh Raftery (1995), untuk pemilihan variabel yang relevan yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Ghana.

Hasil empiris menunjukkan bahwa variabel seperti kepadatan populasi, produksi tanaman, tingkat inflasi, tenaga kerja, neraca transaksi berjalan dan pertumbuhan populasi adalah pendorong penting pertumbuhan ekonomi di Ghana. Makalah ini menyarankan rekomendasi berikut dalam hasil ini. Pertama, penargetan inflasi harus tetap menjadi jangkar kebijakan moneter di Ghana. Kedua, makalah ini merekomendasikan bahwa pemerintah Ghana mengembangkan kebijakan dan strategi yang memungkinkan crowding-in dari sektor swasta. Akhirnya, makalah ini merekomendasikan bahwa pemerintah Ghana mempromosikan produksi tanaman di sektor komersial dan subsisten.

Bibliography
Bonga-Bonga, L., & Ahiakpor, F. (2016). ASSESSING THE DETREMINANTS OF ECONOMIC GROWTH IN GHANA. The Journal of Developing Areas.

Muhammad Dzul Fadlli

Leave a Reply