Determinan pembangunan produktivitas Asia Pasifik (Jurnal)

Penelitian yang dilakukan oleh (Ahmed & Kialashki, 2017) yang berjudul determinan pembangunan produktivitas Asia Pasifik.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur faktor-faktor yang menentukan pembangunan produktivitas di negara-negara Asia Pasifik seperti Malaysia, Indonesia, Singapura, Filipina, Thailand, Cina, Jepang, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru.
Teori pertumbuhan yang luas yang dinyatakan sebagai dekomposisi berkontribusi pada perubahan dalam lapangan kerja, modal fisik, investasi asing langsung (FDI), modal manusia (HC), investasi telekomunikasi dan pertumbuhan faktor total produktivitas (TFP) pada Asia-Pasifik terpilih pertumbuhan output negara digunakan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, data deret waktu tahunan selama periode 1970-2012 untuk variabel-variabel tersebut digunakan.
Studi ini menemukan bahwa efek limpahan FDI melalui TFP dianggap sebagai pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh produktivitas di mana efek limpahan FDI memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan produktivitas mayoritas negara-negara ini. Perlu dicatat bahwa sebagian besar negara-negara ini menunjukkan kemajuan teknologi melalui efek limpahan FDI yang diterjemahkan ke dalam bentuk transfer teknologi dan pengembangan keterampilan HC.
Studi ini secara empiris membandingkan efek limpahan FDI pada pertumbuhan produktivitas berkelanjutan di negara-negara yang paling berkembang di kawasan Asia Pasifik dengan menggunakan teori pertumbuhan ekstensif yang dimodifikasi yang menutup celah dalam studi sebelumnya dan membahas masalah transfer teknologi, pengembangan HC, dan pertumbuhan produktivitas berkelanjutan dibawa oleh kemajuan teknis di negara-negara ini melalui efek limpahan FDI pada pertumbuhan produktivitas.

Sumber:

Ahmed, Elsadig Musa. Kialashki, Rahim., (2017), “Asia Pacific productivity development determinants”, World Journal of Entrepreneurship, Management and Sustainable Development. Vol. 13 No. 1, 2017, pp. 57-64

DOI 10.1108/WJEMSD-01-2016-0002

Leave a Reply