teori perilaku konsumen

Indifference Curve dan Garis Anggaran dalam teori perilaku konsumen

Indifference Curve dan Garis Anggaran yang dibahas disini merupakan kelanjutan dari pembahasa sebelumnya mengenai teori perilaku konsumen. Untuk lebih memahami pembahasan ini, sebaiknya baca juga pembahasan teori perilaku konsumen sebelumnya.

Keputusan konsumen untuk mengkonsumsi barang agar mencapai kepuasan/manfaa/utilitas. Keputusan konsumen tersebut dijelaskan salah satunya dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal. Dalam pendekatan ordinal memandang utilitas dapat dibandingkan. Untuk menjelaskan teorinya dengan pendekatan ordinal maka digunakan Indifference Curva (kurva indiferen).

Indifference Curve

Indifference Curve adalah kurva yang menunjukkan berbagai macam kombinasi dari konsumsi dua jenis barang yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama. Misalkan utilitas (kepuasan) dari seorang konsumen dalam mengkonsumsi dua jenis barang (bakso dan sate) dapat digambarkan dalam kurva berikut:

Indifference Curve

Dari Indifference Curve (kurva indiferen) diatas harus dipahami bahwa berbagai kombinasi konsumsi dari dua jenis barang tersebut akan memberikan tingkat kepuasan yang sama. Indifference Curve di gambar dengan garis warna biru. Kita buat permisalan bahwa dalam sebulan, kita mengkonsumsi bakso dan sate. Konsumen punya pilihan membuat keputusan berapa banyak sate dan bakso yang akan di konsumsi. Pilihannya bisa saja mengkonsumsi lebih banyak sate di bandingkan bakso, atau sebaliknya justru lebih banyak bakso yang dikonsumsi dibandingkan sate.

Pilihan yang banyak tersebut, agar dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama maka kombinasi pilihan yang ada dibuat dalam bentuk indifference curve. Pada contoh indifference curve diatas dapat kita lihat kombinasi pilihan yang dibuat yaitu misalnya mengkonsumsi 5 sate dan 20 bakso sebulan. Bisa juga memilih 10 sate dan 10 bakso sebulan. Bahkan bisa pula mengkonsumsi 20 sate dan 5 bakso. Jadi terdapat banyak pilihan. Kombinasi pilihan ini bebas sepanjang garis kurva indiferen agar dapat memberikan kepuasan yang sama.

Indifference curve memiliki beberapa asumsi yang harus dipenuhi yaitu semakin jauh indifference curve dari titik origin (titik nol) maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dimiliki konsumen, indifference curve bersifat downward sloping (menurun dari kiri atas ke kanan bawah) dan cembung kearah titik origin, dan asumsi terakhir yaitu indifference curve tidak saling berpotongan. Untuk dapat memahami ketiga asumsi tersebut dapat dilihat pada indifference curve berikut:

Indifference Curve

Pada ketiga indifference curve (IC) diatas memperlihatkan asumsi-asumsi yang berlaku. Asumsi pertama, bahwa semakin jauh dari titik origin maka tingkat kepuasan semakin tinggi. Dari IC 1, IC 2, IC 3 maka yang memiliki tingkat kepuasan paling tinggi yaitu pada kombinasi konsumsi pada IC 3, sedangkan indifference curve dengan kombinasi konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan paling rendah yaitu pada IC 1. Dan kurva indiferen dibuat dari kiri atas ke kanan bawah dan cembung kearah titik origin. Dan ketiga indifference curve diatas tidak saling berpotongan satu sama lain. IC 1, IC 2, dan IC 3 tidak boleh saling berpotongan satu sama lain.

Setiap orang tentu menginginkan konsumsi untuk mencapai kepuasan maksimum. Harapannya agar mencapai indifference curve yang paling tinggi. Namun apakah konsumsi akan berada pada IC 1, IC 2 atau IC 3 bergantung juga pada anggaran yang dimiliki untuk konsumsi. Misalkan pendapatan seseorang semakin tinggi, maka akan semakin tinggi kurva indiferen yang dapat dicapai. Jadi anggaran menjadi batasan dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Untuk itu perlu juga mempelajari tentang Garis Anggaran (Budget Line) untuk mengetahui perilaku konsumen.

 

BUDGET LINE (Garis Anggaran)

Budget line (garis anggaran) adalah kurva yang menggambarkan kombinasi konsumsi dua jenis barang yang membutuhkan anggaran (biaya) yang sama besar. Untuk dapat lebih memahami terkait budget line (garis anggaran), coba perhatikan kurva budget line berikut:

Garis anggaran ditunjukkan oleh garis berwarna biru. Sepanjang Garis anggaran tersebut menunjukkan biaya yang sama. Sehingga konsumen dapat memilih kombinasi dua macam barang yang di konsumsi. Kombinasi barang yang di konsumsi bisa saja X1 dan Y1, X2 dan Y2 atau X3 dan Y3. Pilihan kombinasi oleh konsumen tersebut akan memberikan biaya yang sama besar. Sehingga garis anggaran dapat diformulasikan dengan:

BL = Px.Qx + Py.Qy

Dimana BL adalah budget line (garis anggaran), P adalah harga barang sehingga Px menunjukkan harga barang X dan Py menunjukkan harga barang Y, sedang Q merupakan kuantitas barang yang di konsumsi sehingga Qx akan menunjukkan kuantitas barang X yang di konsumsi dan Qy menunjukkan kuantitas barang Y yang dikonsumsi.

Sehingga dari gambar kurva anggaran diatas dapat dirumuskan dengan:

BL = Px.Qx1 + Py.Qy1 = Px.Qx2 + Py.Qy2 = Px.Qx3 + Py.Qy3

Dari nilai matematis diatas dapat dipahami, misalkan ketika seseorang memilih untuk mengkonsumsi barang sebanyak X1 dan Y1 maka biaya yang harus di keluarkan adalah sebesar Px.Qx1 + Py.Qy1. Kombinasi pilihan barang yang di konsumsi tersebut menghasilkan biaya yang mencapai garis anggaran (BL). Bila konsumen memilih kombinasi pilihan konsumsi barang yang berbeda misalkan X2 dan Y2, maka biaya yang dibutuhkan untuk konsumsi tersebut akan sama. Karena garis anggarannya menggambarkan biaya yang sama untuk berbagai pilihan kombinasi konsumsi dua jenis barang. Begitu pula bila konsumen memilih kombinasi pilihan X3 dan Y3.

 

PERUBAHAN BUDGET LINE (Garis Anggaran)

Perubahan pada budget line (garis anggaran) dapat dipengaruhi oleh perubahan harga barang dan perubahan pendapatan. Perubahan pada harga dan pendapatan akan mempengaruhi daya beli seseorang. Untuk dapat lebih memamahi hal tersebut, mari kita elaborasi lebih jauh pembahasannya.

Pertama, kita akan melihat perubahan garis anggaran akibat dari adanya perubahan harga barang. Perhatikan kurva berikut:

Pada grafik diatas dapat dilihat adanya garis anggaran 1 (BL 1), garis anggaran 2 (BL 2), dan garis anggaran 3 (BL 3). Pada kurva diatas digambarkan bahwa harga barang X berubah, sedangkan harga barang Y tidak berubah. Anggap saja kurva budget line awalnya yaitu pada BL 1. Ketika terjadi penurunan harga barang X, maka garis anggaran akan menjadi BL 3. Garis anggarannya dapat berubah dari BL 1 ke BL 3 karena harga barang X yang harga nya lebih murah menyebabkan daya beli seseorang atas barang X menjadi lebih besar. Harga barang lebih murah menyebabkan seseorang dapat membeli lebih banyak. Disini kita menganggap bahwa pendapatan seseorang tersebut secara nominal tidak berubah.

Begitu pula apabila terjadi kenaikan harga barang, maka budget line akan bergeser dari BL 1 ke BL 2. Dengan titik awal kita pada BL 1, dan terjadi kenaikan harga barang X sehingga menyebabkan garis anggaran ke BL 2. Harga barang yang lebih mahal menjadikan kemampuan seseorang untuk membeli barang X menjadi lebih kecil. Pada BL 2 kuantitas barang yang dapat di beli menjadi lebih kecil karena harga barang lebih mahal sedangkan pendapatannya tetap.

Kedua, terjadi perubahan pendapatan sehingga garis anggaran berubah. Perubahan garis anggaran akibat dari perubahan pendapatan dapat digambarkan dalam kurva berikut:

Misalkan kita menganggap garis anggaran awal kita pada BL 1. Bila seseorang mendapatkan promosi jabatan sehingga pendapatannya meningkat maka budget line nya akan berpindah ke BL 3. Karena pada Budget Line 3 (BL 3) menunjukkan pendapatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan posisi garis anggaran pada BL 3 menjadikan seseorang dapat memilih kombinasi konsumsi barang X dan Y yang lebih banyak dari sebelumnya. Karena dengan pendapatan yang lebih banyak seseorang dapat membeli barang lebih banyak. Dengan asumsi bahwa harga barang tidak berubah.

Begitu pula sebaliknya, bila seseorang mengalami penurunan jabatan sehingga pendapatannya menurun. Maka garis anggaran yang semula berada pada Budget Line 1 (BL 1) akan berpindah ke Budget Line 2 (BL 2). Dengan pendapatan yang lebih rendah, menjadikan garis anggaran yang menjadi batasan dalam belanjanya menjadi lebih kecil. Dengan demikian, jumlah barang X dan Y yang dapat dikonsumsi menjadi lebih sedikit dari sebelumnya.

 

Bagikan:

Leave a Reply