Sat. Oct 19th, 2019

Fitec

Economics Review

Konsep Pengembangan Ekonomi Lokal

2 min read

Pengembangan Ekonomi Lokal yang disingkal dengan PEL, memiliki beberapa definisi dari berbagai organisasi/peneliti. Beberapa definisi dari pengembangan ekonomi lokal adalah:

  1. Menurut World Bank
  • PEL sebagai proses yang dilakukan secara bersama oleh pemerintah, usahawan, dan organisasi non pemerintah untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di tingkat lokal.
  1. Menurut Blakely and Bradshaw
  • PEL adalah proses dimana pemerintah lokal dan organsisasi masyarakat terlibat untuk mendorong, merangsang, memelihara, aktivitas usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan
  1. Menurut International Labour Organization (ILO)
  • PEL adalah proses partisipatif yang mendorong kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah dan masyarakat pada wilayah tertentu, yang memungkinkan kerjasama dalam perancangan dan pelaksanaan strategi pembangunan secara umum, dengan menggunakan sumber daya lokal dan keuntungan kompetitif dalam konteks global, dengan tujuan akhir menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan merangsang kegiatan ekonomi.
  1. Menurut A. H. J. Helming
  • PEL adalah suatu proses dimana kemitraan yang mapan antara pemerintah daerah, kelompok berbasis masyarakat, dan dunia usaha mengelola sumber daya yang ada untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan merangsang (pertumbuhan) ekonomi pada suatu wilayah tertentu. Menekankan pada kontrol lokal, dan penggunaan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya fisik.

 

Menurut Blakely dalam Supriyadi (2007, h.103-123) dalam keberhasilan pengembangan ekonomi lokal dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu: 1) perluasan kesempatan bagi masyarakat kecil dalam kesempatan kerja dan usaha; 2) perluasan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan; 3) keberdayaan lembaga usaha mikro dan kecil dalam proses produksi dan pemasaran; dan 4) keberdayaan kelembagaan jaringan kerja kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal.

Tujuan utama PEL adalah merangsang kesempatan kerja lokal pada sektor tertentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan menggunakan sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan kelembagaan yang ada (Blakely, 1994). Joseph (2002) menawarkan prioritas PEL yaitu: prioritas penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan tujuan PEL yaitu mengurangi kemiskinan (Rodriguez-Poso,2001; Joseph, 2002; Alburquerque, 2004), meningkatkan pendapatan masyarakat (James et al., 2002) dan meningkatkan kesempatan kerja (ILO, 2010; Bank Dunia, 2010; Rustiadi et al., 2009; Chmura dan Orozobekov, 2009).

Produksi pertanian merupakan sumber penting pendapatan petani dan kesempatan kerja di negara sedang berkembang (Ibanez,2010). Thirtle et al. (2001) menyimpulkan bahwa variabel produktivitas pertanian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengurangan kemiskinan. Dengan kata lain, terdapat hubungan yang kuat antara produktivitas pertanian dan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan tujuan PEL yaitu mengurangi kemiskinan (Rodriguez-Poso,2001; Joseph, 2002; Alburquerque, 2004), meningkatkan pendapatan masyarakat (James et al., 2002) dan meningkatkan kesempatan kerja (ILO, 2010; Bank Dunia, 2010; Rustiadi et al., 2009; Chmura dan Orozobekov, 2009).

Berdasarkan pemikiran tersebut dapat disimpulkan bahwa salah satu tujuan pengembangan ekonomi lokal dan perencanaan wilayah adalah peningkatan produktivitas wilayah. Peningkatan produktivitas dapat meningkatkan kesempatan kerja, kesempatan kerja dapat meningkatkan pendapatan, peningkatan pendapatan pada gilirannya dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

More Stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *