Wed. Dec 11th, 2019

Fitec

Economics Review

Prinsip Keuntungan Sosial Maksimal

2 min read

Menurut Dalton, sistem keuangan publik terbaik adalah sistem yang mengamankan keuntungan sosial maksimum dari operasi yang dijalankannya.

Pencapaian keuntungan sosial maksimum mensyaratkan bahwa:

(a) Pengeluaran publik dan perpajakan harus dilakukan hingga batas tertentu dan tidak lebih,

(B) Pengeluaran publik harus dimanfaatkan di antara berbagai kegunaan secara optimal

(c) Berbagai sumber perpajakan harus disadap sehingga pengorbanan total yang diperlukan adalah minimum

 

(a) Batas Pengeluaran Publik dan Perpajakan: Pigou telah menyatakan bahwa pengeluaran harus didorong ke segala arah sampai pada titik di mana kepuasan yang diperoleh dari shilling yang terakhir dikeluarkan sama dengan kepuasan yang hilang sehubungan dengan shilling yang dipanggil oleh layanan pemerintah. Dalam pernyataan Pigou, ada keseimbangan antara utilitas pengeluaran dengan disutilitas pajak. Ini adalah prinsip yang sama dengan bertindak di mana seorang konsumen memaksimalkan kepuasannya dan seorang produsen memaksimalkan keuntungannya. Kepuasan konsumen dimaksimalkan ketika utilitas marjinal dari unit terakhir dari komoditas yang dibeli sama dengan harganya. Dengan cara yang sama, seorang produsen memaksimalkan keuntungannya ketika dia menyamakan output unit marginal dari faktor produksi dengan pembayaran yang dia lakukan untuk itu, yaitu ketika produktivitas marjinal sama dengan harga.

Dalam hal keuangan publik, pemerintah harus berusaha memaksimalkan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan dari keuangan publiknya. Kesejahteraan masyarakat dimaksimalkan ketika utilitas sosial marjinal dari item pengeluaran telah disamakan dengan disutilitas sosial marginal dari pajak yang dikenakan untuk tujuan tersebut. Jelas, pengeluaran memberi manfaat dan pajak mencakup pengorbanan dan keduanya harus seimbang satu sama lain.

 

(B) Pengeluaran Publik: Kesejahteraan Sosial Maksimum: Mencapai keuntungan sosial maksimum juga melibatkan penggunaan prinsip utilitas sama-marjinal. Pemerintah harus bertindak berdasarkan prinsip utilitas setara-marginal untuk memaksimalkan keuntungan sosial dari moda pengeluaran alternatif.

Pengeluaran publik harus dikeluarkan untuk banyak hal. Tidak ada pemerintah yang bisa dengan ceroboh menghabiskan pendapatannya. Ia tahu tentang berbagai tuntutan pendapatan publik. Pemerintah yang bijak harus melakukan semua kemungkinan diskriminasi antara berbagai kegunaan di mana pendapatan publik dapat dimasukkan. Ini harus mengatur daftar prioritas, seperti halnya konsumen yang bijaksana.

(c) Distribusi Beban Pajak: Pengorbanan Sosial Minimum: Beban pajak harus didistribusikan di masyarakat sehingga pengorbanan yang dilakukan adalah minimum (atau keuntungannya maksimum). Pemerintahan yang bijak harus melihat penderitaan atau pengorbanan ini tidak perlu meningkat. Pengorbanan yang disebabkan oleh berbagai pajak harus dibandingkan dan kombinasi pajak yang optimal harus ditemukan.

Misalnya, dirasakan bahwa menaikkan pajak penghasilan dan pajak perusahaan lebih lanjut akan menghasilkan peningkatan pengorbanan atau pengurangan semangat perusahaan produktif, akan lebih baik untuk tidak membebani pembayar pajak penghasilan tambahan.

 

 

 

 

Dalam diagram di atas, MSS mewakili pengorbanan sosial marjinal, dan MSA mewakili keuntungan sosial marjinal. Karena semakin banyak dana yang dikumpulkan dari masyarakat melalui perpajakan, SPM meningkat. Kurva MSS naik ke atas dari kiri ke kanan, dan MSA miring ke bawah dari kiri ke kanan. Kesejahteraan sosial bersih akan maksimal di mana SPM dari perpajakan sama dengan SPM dari pengeluaran publik.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *