Wed. Dec 11th, 2019

Fitec

Economics Review

EKSTERNALITAS

5 min read

PENGERTIAN EKSTERNALITAS

Eksternalitas adalah biaya-biaya atau manfaat-manfaat dari transaksi pasar yang tidak direfleksikan (dicerminkan) dalam harga. Ketika eksternalitas berlaku, pihak ketiga (diluar pihak penjual dan pembeli barang) dipengaruhi oleh produksi atau konsumsi barang tersebut. Manfaat ataupun biaya yag ditanggung pihak ketiga tidak dipertimbangkan oleh penjual dan pembeli barang sehingga menghasilkan eksternalitas.

Eksternalitas menurut (Jonathan Gruber, 2011) muncul ketika tindakan satu pihak membuat pihak lain lebih buruk atau lebih baik, namun pihak pertama tidak menanggung biaya atau menerima manfaat dari melakukannya.

 

KLASIFIKASI DAN CONTOH EKSTERNALITAS

Harga pasar tidak mampu mencerminkan secara akurat salah satu dari semua marginal social benefit atau semua marginal social cost dalam perdagangan barang ketika ada eksternalitas didalamnya. Eksternalitas ada dua:

  1. Eksternalitas negative, juga disebut external cost, yaitu biaya yang dibebankan kepada pihak ketiga bukannya ke penjual maupun pembeli barang yang tidak tercermin dalam harga pasar. Contoh: efek buruk dari polusi merupakan perusak kesehatan dan mengurangi nilai bisnis dan barang pribadi dan sumberdaya. Contoh lain adalah suara bising pesawat yang terbang rendah menjadi eksternalitas negative bagi penduduk yang tinggal dekat lokasi bandara.
  2. Eksternalitas positif yaitu manfaat bagi pihak ketiga daripada yang didapat pihak penjual dan pembeli barang atau jasa yang tidak tercermin dalam harga. Contoh: ketiga terjadi kebakaran dan api dipadamkan, eksternalitas positif diterima oleh pihak ketiga yang didekat daerah terbakar karena dengan dipadamkan api sehingga resiko terjadi kebakaran di rumahnya tidak terjadi.

Yang tidak termasuk kedalam eksternalitas adalah bila dampak-dampak tersebut termasuk didalam harga. Misalnya, bila seseorang suka photografi, kenaikan dalam permintaan peralatan photografi oleh orang lain dapat membuat harga perlengkapan fotografi naik karena kelangkaan. Kenaikan harga tersebut mencerminkan secara relative kenaikan permintaan antara mereka dan kenaikan harga tersebut sebagai insentif untuk menghasilkan produk lebih banyak.

 

EKSTERNALITAS DAN EFISIENSI

Pasar persaingan sempurna yang tidak diatur menghasilkan harga yang sama dengan marginal cost dan marginal benefit yang penjual dan pembeli nikmati. Ketika eksternalitas ada, marginal cost atau marginal benefit menjadi menyimpang. Contoh ketika produsen menghasilkan produk tidak mempertimbangkan masalah lingkungan yang diakibatkan oleh menghasilkan maupun mengkonsumsi barang tersebut.

EKSTERNALITAS NEGATIF

Ketika eksternalitas negative ada, harga barang/jasa tidak mencerminan marginal social cost secara penuh dalam mengalokasi sumber daya untuk menghasilkan produk tersebut sehingga menimbulkan biaya bagi pihak ketiga. Marginal Esternal Cost (MEC) adalah biaya ekstra pada pihak ketiga yang muncul dari produksi lagi barang atau jasa. MEC adalah bagian dari marginal social cost dari pembuatan barang. Contoh: polusi industry keras dapat mengurangi pendapatan nelayan, mengurangi jumlah rekreasi seperti untuk berenang, boating dan aktivitas lain.

Marginal cost yang produsen dasarkan pada keputusan mereka pada marginal private cost (MPC) dari produksi kertas. Untuk mendapatkan marginal social cost, marginal eksternal cost dari output, MEC, harus di tambahkan ke marginal private cost, MPC:

MPC + MEC = MSC

Ketika ada eksternalitas negative, marginal private cost dari barang akan jauh lebih rendah dari marginal social cost nya.

Pada ekuilibrium pasar persaingan sempurna:

MPC = MSB

Dan efisiensi mensyaratkan full marginal social cost dari barang dan jasa, sehingga efisiensi ekuilibrium bergeser ke point B dari pada point A. sehingga

MSC= MPC + MEC = MSB

Marginal social cost dari barang, termasuk marginal external cost, harus sama dengan marginal social benefitnya untuk mencapai efisiensi.

 

EKSTERNALITAS POSITIF

Ketika eksternalitas positif ada, harga tidak sepenuhnya sama dengan marginal social benefit barang dan jasa. Contoh: suntikan vaksin untuk melawan penyakit. Orang-orang yang divaksin mendapatkan manfaat untuk dirinya dan tentunya berkurangnya orang yang terkena sakit akan mengurangi resiko orang lain terkena penyebaran penyakit. Berkurangnya resiko penyakit memberikan eksternalitas positif bagi orang lain bahkan seluruh dunia sehingga resiko terkena penyakit berkurang.

 

Gambar 3.2 mengilustrasikan bagaimana penjualan jasa penyuntikkan/vaksin dalam pasar persaingan akan menghasilkan lebih sedikit daripada efisiensi jumlah tahunan bila eksternalitas positif ada. Ekuilibrium pasar terjadi pada titik U.  Diduga bahwa marginal external benefit (MEB), manfaat dari tambahan output bertambah kepada pihak ke tiga daripada kepada pembeli atau penjual barang. Ekuilibrium pasar yang cocok untuk persamaan setiap marginal private benefit orang-orang, MPBi,  dari penyuntikan vaksin dengan marginal social cost untuk menyediakannya. Asumsikan bahwa marginal private cost mencerminkan marginal social cost nya.

MPBi + MEB = MSB

Secara umum ketika eksternalitas positif ada, marginal private benefit akan jauh di bawah marginal social benefit pada setiap level output tahunan. Output yang efisien terjadi pada titik V saat marginal social benefit sama dengan marginal social cost yang terjadi untuk memproduksi vaksin.

MPBi + MEB = MSB = MSC

 

CONTOH KASUS EKSTERNALITAS

oleh (Jonathan Gruber, 2011)

Pada Desember 1997, perwakilan lebih dari 170 negara bertemu di Kyoto, Jepang, untuk mencoba negosiasi internasional paling ambisius yang pernah ada: pakta internasional untuk membatasi emisi karbon dioksida di seluruh dunia. Motivasi untuk pertemuan internasional ini adalah meningkatnya kekhawatiran atas masalah pemanasan global (global warming). Telah ada peningkatan dalam suhu global selama abad kedua puluh. Konsensus ilmiah yang berkembang menunjukkan bahwa penyebab tren pemanasan ini adalah aktivitas manusia, khususnya penggunaan bahan bakar fosil. Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, gas alam, dan bensin menghasilkan karbon dioksida, yang pada gilirannya memerangkap panas dari matahari di atmosfer bumi. Banyak ilmuwan memperkirakan bahwa, selama abad berikutnya, suhu global dapat naik hingga sepuluh derajat Fahrenheit.

Jika Anda membaca ini di North Dakota, itu mungkin terdengar seperti kabar baik. Memang, bagi sebagian besar Amerika Serikat, peningkatan suhu ini akan meningkatkan hasil pertanian serta kualitas hidup. Namun, di sebagian besar wilayah di dunia, dampak pemanasan global tidak akan diterima, dan dalam banyak kasus, menjadi bencana. Permukaan laut global bisa naik hampir tiga kaki, meningkatkan risiko banjir dan perendaman daerah pesisir yang rendah. Beberapa ilmuwan memproyeksikan, misalnya, bahwa 20–40% dari seluruh negara Bangladesh akan kebanjiran akibat pemanasan global selama abad berikutnya, dengan sebagian besar negara ini berada lebih dari lima kaki dibawah air!

Meskipun ramalan ini mengerikan, negara-negara yang berkumpul di Kyoto menghadapi tugas yang berat. Biaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, khususnya di negara-negara industri besar, sangat besar. Bahan bakar fosil merupakan pusat pemanasan rumah kita, pengangkutan/transportasi, dan penerangan tempat kerja kita. Mengganti bahan bakar fosil ini dengan alternatif akan secara signifikan meningkatkan biaya hidup di negara maju. Untuk mengakhiri masalah pemanasan global, beberapa orang memperkirakan bahwa kita harus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ke tingkat (pra-industri) abad ke-19. Namun, bahkan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil ke tingkat yang pada akhirnya diamanatkan oleh konferensi Kyoto ini (7% di bawah tingkat 1990) dapat menelan biaya US $ 1,1 triliun, atau sekitar 10% dari PDB. Dengan demikian, mungkin tidak mengejutkan bahwa Amerika Serikat belum meratifikasi perjanjian yang disepakati di Kyoto.

Pemanasan global karena emisi bahan bakar fosil adalah contoh klasik dari apa yang oleh para ekonom disebut sebagai eksternalitas. Eksternalitas terjadi ketika tindakan salah satu pihak membuat pihak lain lebih buruk atau lebih baik, namun pihak pertama tidak menanggung biaya atau menerima manfaat dari melakukannya. Jadi, ketika kita mengendarai mobil di Amerika Serikat kita meningkatkan emisi karbon dioksida, menaikkan suhu dunia, dan dengan demikian meningkatkan kemungkinan bahwa dalam 100 tahun Bangladesh akan berada dalam kebanjiran. Tahukah Anda ketika Anda berkendara ke kelas hari ini? Tidak, kecuali jika Anda seorang siswa yang sangat tertarik dengan kebijakan lingkungan. Kesenangan Anda akan pengalaman berkendara Anda sama sekali tidak berkurang oleh kerusakan yang disebabkan oleh emisi Anda.

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *