Teori Pertumbuhan Ekonomi Rostow

By | April 30, 2020

Teori pertumbuhan ekonomi Rostow menjadi salah satu pembahasan dalam ekonomi pembangunan yang menggunakan pendekatan historis. Professor Walt Whitman Rostow mengungkapkan 5 tahapan pertumbuhan ekonomi. Ada 5 tahapan pertumbuhan ekonomi menurut Rostow yaitu masyarakat tradisional, prasyarat untuk tinggal landas, tinggal landas, dewasa, dan masa konsumsi massal.

 

Teori pertumbuhan ekonomi historis Rostow

Didalam pembahasan ekonomi pembangunan dikenal ada 4 aliran utama pemikiran tentang teori klasik ekonomi pembangunan. Salah satu pemikiran tersebut yaitu model pertumbuhan tahapan linear. Pemikir ekonomi tahun 1950 dan 1960an memandang proses pembangunan sebagai rangkain berurutan tahapan pertumbuhan ekonomi yang mana semua negara harus melaluinya.

Pandangan itu terutama merupakan teori ekonomi pembangunan yang memandang bahwa jumlah yang tepat dan campuran tabungan, investasi, dan bantuan asing adalah hal yang diperlukan untuk menjadikan negara-negara berkembang. Negara-negara perlu mengikuti jalur pertumbuhan ekonomi yang secara historis telah diikuti oleh negara-negara yang lebih maju. Pembangunan dengan demikian menjadi identik dengan pertumbuhan ekonomi agregat yang cepat.

Pendukung yang paling berpengaruh dari model pembangunan tahapan pertumbuhan adalah sejarawan ekonomi Amerika Walt W. Rostow. Menurut Rostow, transisi dari keterbelakangan ke pembangunan dapat digambarkan dalam serangkaian langkah atau tahapan yang harus dilalui semua negara.

Rostow menuliskan didalam pembukaan buku The Stage of Economic Growth bahwa:

Buku ini menyajikan cara sejarawan ekonomi menggeneralisasi sejarah modern.… Hal tersebut memungkin untuk mengidentifikasi semua masyarakat, dalam dimensi ekonomi mereka, sebagai bagian dari satu dari lima kategori: masyarakat tradisional, prasyarat untuk lepas landas menuju pertumbuhan mandiri, lepas landas, dorongan menuju kedewasaan, dan masa konsumsi massa yang tinggi.… Tahapan-tahapan ini tidak hanya bersifat deskriptif. Mereka bukan sekadar cara menggeneralisasikan pengamatan faktual tertentu tentang urutan perkembangan masyarakat modern. Mereka memiliki logika dan kontinuitas batin … Mereka pada akhirnya membentuk teori tentang pertumbuhan ekonomi dan teori yang lebih umum, jika masih sangat parsial, tentang sejarah modern secara keseluruhan..

 

Tahap tahap dan ciri-ciri pertumbuhan ekonomi menurut W.W. Rostow

Pada bagian ini akan dijelaskan satu persatu tahap yang ada dan ciri-ciri pertumbuhan ekonomi Rostow.

 

  1. Tahap Masyarakat tradisional 

Masyarakat tradisional memiliki kondisi yang berkembang dalam fungsi produksi yang terbatas. Baik pada masa lampau ataupun saat masa itu, kisah masyarakat tradisional bercerita tentang perubahan tanpa akhir. Hal tersebut tercermin dalam skala dan pola perdagangan, tingkat output pertanian dan produktivitas, skala manufaktur, fluktuasi ppulasi dan pendapatan riil. Namun dengan keterbatasan teknologi menjadikan ada batasan yang tidak dapat mereka capai.

Masyarakat tradisional tidak kekurangan dalam penemuan dan inovasi, beberapa produktivitasnya tinggi. Tetapi mereka memiliki kekurangan pemahaman yang sistematis tentang kapasitas lingkungan fisik dalam membuat penemuan yang kurang lebih regular seperti sekarang. Mereka kurang dalam hal alat-alat dan gambaran dunia fisik kedepannya seperti yang terjadi era setelah Newton.

Hal tersebut diikuti oleh tingkat produksi yang mencapai batas tertingginya pada penggunaan tenaga kerja yang 75 persen atau lebih bekerja pada sektor pertanian. Proporsi pendapatan yang lebih besar dari tingkat konsumsi minimal akan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak produktif atau kurang produktif. Contohnya yaitu dipergunakan untuk pembangunan candi atau monument lainnya, perang, ataupun untuk pesta seperti penguburan atau perkawinan.

 

  1. Tahap Prasyarat untuk tinggal landas 

Pada tahap ini merupakan transisi untuk menuju tahapan tinggal landas. Tahapan ini persyaratan-persyaratan untuk tahapan tinggal landas mulai di ciptakan. Prasyarat awal telah diciptakan di eropa barat yang mulai berinteraksi dan saling memperkokoh satu sama lain. Terdapat 2 karakteristik ada prasyarat awal ini yaitu

  1. Perkembangan bertahap dari ilmu pengetahuan modern dan sikap ilmiah modern
  2. Inovasi lateral yang datang seiringan dengan penemuan tanah baru dan menemukan kembali yang lama, bertemu dengan keinginan untuk menemukan teknologi baru pada poin stretegis tertentu.

Perluasan pasar baik di Eropa maupun seluruh dunia membawa dampak tidak hanya pada perdagangan, tetapi juga meningkatkan spesialisasi dalam produksi, meningkatkan ketergantungan interregional dan internasional, memperluas institusi keuangan, dan meningkatkan insentif pasar untuk meningkatkan fungsi produksinya.

Keseluruhan proses telah ditingkatkan dengan perluasan perdagangan dan koloni dari dinasti lama yang berkompetisi untuk mengontrol seluruh wilayah eropa. Hal ini merupakan warisan dari masyarakat tradisional. Analisis tersebut sesuai dengan pandangan Schumpeter bahwa penyebab dari perang yang utama adalah diwariskan dari masyarakat tradisional, dan bukan sebagai konsekuensi atas cita-cita langsung kepentingan ekonomi.

 

  1. Tahap Tinggal landas 

Tahap lepas landas secara esensial terdiri dari pencapaian pertumbuhan yang cepat pada beberapa sektor tertentu yang dimana teknik industry modern diterapkan. Tidak hanya harus mempertahankan momentum pada 3 sektor kunci pada prasyarat, tapi juga harus menghimpun pengusaha dan teknisi agar lebih banyak, sumber-sumber modal harus diindustrialisasi seperti untuk menahan terjadinya guncangan struktur ekonomi.

Prasyarat pada tahap tinggal landas ada 3 hal yang saling berkaitan yaitu:

a. Pertumbuhan investasi produktif.

Secara umum dapat dikatakan bahwa tingkat investasi netto harus melebihi 10 persen dari pendapatan nasional. Salah satu syarat penting pada tahap tinggal landas yaitu  adanya peningkatan output perkapita yang melebihi peningkatan pertumbuhan penduduk. Namun, pada tahap tinggal landas rasio modal-output memiliki kecenderungan turun yang diikuti oleh perubahan pada pola investasi. Kenaikan proporsi investasi neto tas pendapatan nasional adalah sebesar 5-10%. Artinya, hal tersebut telah melampaui laju pertumbuhan penduduk.

b. Pertumbuhan tinggi pada satu atau beberapa sektor manufaktur penting.

Persyaratan penting yang diajukan Rostow untuk tahap tinggal landas ini yaitu adanya pertumbuhan tinggi pada satu atau beberapa sektor penting. Dalam riwayatnya, biasanya aka nada 3 sektor yang tumbuh tinggi dalam perekonomian. Pertama pada sektor pertumbuhan primer karena ada peluang untuk menggarap sumber daya baru yang belum tergarap atau menggunakan teknologi sehingg dapat mendorong pertumbuhan yang tinggi. Contohnya seperti tekkstil katun di Britania yang pada awal pertumbuhannya masuk pada kategori ini.

Kedua yaitu pertumbuhan sektor suplementer. Sektor ini tumbuh sebagai akibat dari tumbuhnya sektor primer. Contohnya yaitu pembangunan kereta api kita anggap sebagai pertumbuhan sektor primer. Kenaikan sektor primer tersebut mendorong tumbuhnya sektor suplementer seperti industry baja, besi dan batubara yang semakin meningkat.

Ketiga yaitu pertumbuhan pada sektor pertumbuhan turunan.

Dalam dalam tinggal landas tidak ada urutan-urutan sektoral yang berlangsung. Karena pada negara tertentu dapat saja yang tumbuh pesat adalah sektor tertentu yang berbeda dari negara lain. Tidak ada satu sektor pun yang dapat menjadi kunci ajaib.

c. Munculnya kerangka politik, sosial dan organisasi secara cepat yang dapat menampung keinginan untuk ekspansi di sektor modern. Sehingga mampu mendorong pertumbuhan.

Untuk berapa pada tahap tinggal landas, harus memenuhi prasyarat yang ketiga yaitu adanya kerangka budaya yang mendukung ekspansi pada sektor ekonomi modern. Rostow mengatakan bahwa tahap tinggal landas memerlukan persyaratan besar-besaran. Mulai dari organisasi ekonomi masyarakatnya, politik dan tatanan nilai yang efektif. Orang yang memodernkan perekonomian akan penguatan pada sosial, ekonomi dan budaya.

Syarat yang harus dipenuhi pada tahap lepas landas ini mendorong perekonomian untuk meningkatkan  tingkat tabungan dalam jumlah besar. Dengan tabungan yang besar akan meningkatkan permintaan untuk barang pabrik. Pada akhirnya mendorong penciptaan ekonomi eksternal melalui ekspansi pada sekor-sektor yang penting.

 

  1. Tahap Dewasa 

Pandangan Rostow mengenai tahap dewasa ini sebagai keadaan masyarakat yang telah menerapkan teknologi modern secara efektif. Penggunaan teknologi yang efektif ini telah terjadi pada serangkaian teknologi modern yang dimiliki. Tahap dewasa ini dianggap memiliki pertumbuhan jangka panjang yang melebih 4 dasawarsa. Teknik produksi modern telah menggantikan teknik produksi lama. Sektor-sektor baru banyak tercipta. Kondisi perekonomian memiliki kemampuan untuk menahan berbagai macam shock yang tak terduga.

Terdapat tiga perubahan yang terjadi pada tahap dewasa secara teknologi yaitu:

  1. Tenaga kerja menjadi terdidik. Upah tenaga kerja yang dimiliki meningkat. Tenaga kerja uga mulai ikut didalam perserikatan pekerja untuk memperoleh jaminan sosial dan ekonomi yang lebih baik. Tenaga kerja juga lebih suka tinggal di kota dibandingkan didesa.
  2. Perilaku para pengusaha juga berubah. Pengusaha sudah tidak lagi menjadi pekerja keras dan kasar. Namun pengusaha berubah menjadi manajer yang lebih efisien dan sopan.
  3. Masyarakat mulai bosan pada keajaiban industrialisasi dan menginginkan sesuatu yang baru menuju perubahan yang lebih jauh.

 

  1. Tahap Masa konsumsi massal

Pada tahapp masa konsumsi massal ini ditandai oleh adanya keseimbangan perhatian masyarakat antara penawaran dan permintaan. Masyarakat beralih dari yang sebelumnya fokus pada penawaran menjadi memperhatikan sisi permintaan. Masyarakat beralih dari persoalan produksi menjadi ke persoalan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat. Tanda-tanda era konsumsi besar-besaran ini seperti migrasi penduduk ke pinggir kota, pemakaian mobil secara luas, barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga yang tahan lama.

Pada tahap ini terdapat 3 hal yang cenderung meningkatkan kesejahteraan:

  1. Penerapan kebijakan nasional yang meningkatkan kekuasaan dan pengaruh. Bahkan melebihi batas nasional.
  2. Menginginkan terciptanya negara yang sejahtera dan adil. Terjadi pemerataan pendapatan dengan lebih adil melalui mekanisme pajak progresif. Jaminan sosial yang meningkat. Serta tersedianya fasilitas hiburan untuk pekerja.
  3. Keputusan untuk membangunan pusat perdagangan dan sektor penting. Seperti halnya mobil, rumah murah, dan berbagai peralatan rumah tangga.

Masa konsumsi besar-besaran pada barang tahan lama, pengangguran yang tidak ada, peningkatan jaminan sosial, mendorong terjadinya pertubuhan penduduk yang semakin tinggi. Berdasarkan pada sejarah, bahwa Amerika dianggap negara pertama yang mencapai era konsumsi besar-besaran pada tahun 1920.  Negara selanjutnya yaitu Inggris pada tahun 1930an, Jepang dna Eropa Barat pada tahun 1950an, dan Rusia pasca kematian Stalin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *