Masalah Pembangunan Ekonomi Di Negara Berkembang

By | April 28, 2020

Masalah pembangunan ekonomi di negara berkembang dan terbelakang

Masalah pembangunan ekonomi di negara berkembang dan terbelakang memang terbilang banyak. Namun terdapat terdapat masalah-masalah umum pembangunan eknomi yang menjadi ciri yang sering ditemui pada negara berkembang dan terbelakang. Masalah yang muncul bisa mulai dari persoalan kemiskinan, pengangguran hingga soal perdagangan luar negeri.

Berikut ini telah dirangkum masalah pembangunan ekonomi di negara berkembang dan terbelakang:

1.      Kemiskinan

Kemiskinan menjadi persoalan umum yang sering dihadapi oleh negara berkembang dan terbelakang secara ekonomi. Biasanya negara dengan persoalan kemiskinan cenderung memiliki pendapatan perkapita yang rendah. Pendapatan perkapita yang rendah menjadi ciri negara tersebut mempunyai kasus kemiskinan secara umum.

Pendapatan perkapita yang rendah menjadikan standar hidup rakyat rendah. Pada negara dengan pendapatan yang rendah akan menggunakan pendapatannya sebagian besar untuk kebutuhan konsumsi makanan. Prioritas penggunaan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan utama manusia yaitu makanan pokok. Porsi pendapatan yang digunakan untuk kebutuhan lain tentu akan sedikit. Selain itu, pendapatan rendah juga akan menjadikan gizi masyarakat kurang terpenuhi. Kondisi kemiskinan dan pendapatan rendah menjadikan masyarakat sulit untuk memenuhi gizi yang layak.

Kemiskinan dapat membawa beberapa dampak buruk pada kelayakan hidup. Kemiskinan menjadikan masyarakat dapat menderika kekurangan gizi. Masyarakat miskin sulit menyediakan tempat pembuangan sampah yang sesuai standar kesehatan, sulit menyediakan air bersih, kondisi sanitasi yang buruk, dan bahkan untuk imunisasi pun bisa jadi kesulitan bila tidak dibantu negara. Kemiskinan juga menjadikan akses pada pendidikan menjadi sulit. Lingkaran setan kemiskinan ini akan menyebabkan generasi selanjutnya terperangkap dalam kemiskinan juga.

 

2.      Pertanian sebagai mata pencaharian yang utama

Pemusatan yang berlebihan pada sektor pertanian pada negara berkembang dan terbelakang menjadi salah satu gejala kemiskinan. Pendudukan pada umumnya banyak tinggal didaerah pedesaan dan mata pencaharian utama mayoritas pada sektor pertanian. Pendudukan yang bekerja pada sektor pertanian pada negara maju biasanya lebih sedikit beberapa kali lipat dibandingkan pada negara terbelakang.

Sektor pertanian seharusnya potensial bagi ekonomi, namun pada negara terbelakang biasanya sektor pertanian dikelola secara tidak produktif. Sektor pertanian pada negara terbelakang cenderung dikelola dengan cara kuno dan usang. Cara-cara yang ketinggalan zaman tersebut menjadikan produktifitasnya rendah. Pada negara maju biasanya sudah menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktifitasnya. Selain itu, penguasaan lahan pertanian oleh petani pada negara terbelakang masih sedikit. Sehingga petani yang menjadi mayoritas pekerjaan masyarakat hanya mampu memenuhi standar hidup yang sekedar untuk menyambung hidup.

3.      Masalah pengangguran dan pengangguran tersembunyi

Masalah pengangguran dijumpai dalam jumlah yang banyak pada negara berkembang dan terbelakang. Adanya urbanisasi ke kota menjadikan jumlah pengangguran meningkat di kota. Pertumbuhan penduduk juga dapat meningkatkan jumlah pengangguran bila tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja. Biasanya pendidikan dikota akan meningkat, namun dengan kondisi tidak adanya perencanaan tenaga kerja akan menjadi pendidikan tidak berguna. Sebab terjadi ketidakcocokan antara pendidikan lulusan yang ada dengan lapangan kerja yang tersedia. Hal-hal tersebut berpotensi meningkatkan masalah pengangguran.

Masalah utama yang juga dihadapi oleh negara berkembangan dan terbelakang yaitu adanya pengangguran tersembunyi. Pengangguran tersembunyi ini dapat dimaknai dengan pengalihan tenaga kerja ke bidang lain tidak akan mempengaruhi output keseluruahn pada sektor asal. Sektor pertanian seringkali menjadi sektor yang cukup banyak memiliki pengangguran tersembunyi.

Misalkan kita ilustrasikan pengangguran tersembunyi pada sektor pertanian. Pada negara berkembang dan terbelakang, petani cenderung memiliki lahan pertanian yang sedikit sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Anggap saja satu lahan pertanian yang dimiliki petani dapat diolah oleh hanya 2 orang saja. Bila dalam keluarga petani tersebut ada 4 orang (ayah, ibu dan 2 anak saja cukup JJ). Bila satu keluarga yang terdiri atas 4 orang tersebut semuanya bekerja pada satu lahan pertanian yang dimiliki, sejatinya terdapat 2 orang yang masuk kategori pengangguran tersembunyi. Sebab satu lahan pertanian tersebut cukup dikerjakan oleh ayah dan ibu saja sudah terolah. Bila 2 anaknya bekerja pada sektor lain pun tidak akan mempengaruhi output produksi pada lahan keluarga tersebut.

 

4.      Keterbelakangan ekonomi

Menurut Meier dan Baldwin bahwa negara terbelakang menghadapi keterbelakangan ekonomi. Keterbelakangan ekonomi yang terjadi yaitu berupa rendahnya efisiensi tenaga kerja, mobilitas faktor yang rendah, spesialisasi dalam pekerjaan yang masih terbatas, kebodohan dan struktur nilai sosial yang memperkecil perubahan ekonomi.

Tenaga kerja pada negara terbelakang dianggap memiliki produktivitas yang rendah. Hal tersebut berbanding terbalik dengan negara maju yang memiliki tenaga kerja dengan produktivitas tinggi. Rendahnya produktivitas dapat diakibatkan oleh tingkat pendidikan yang rendah seperti adanya kasus buta huruf, serta tingkat kesehatan yang rendah seperti adanya gizi yang buruk dan kesehatan yang buruk.

Pada negara terbelakang, ada sebagian penduduk yang buta huruf, bodoh, konservatif, percaya pada tahayul dan pasrah dengan nasib. Misalnya saja adanya kemiskinan dianggap sebagai takdir Tuhan. Hal tersebut tidak pernah dikaitkan dengan kondisi tidak adanya industry ataupun karena adanya perilaku boros. Padahal nasib tidak akan berubah kalau hanya pasrah tanpa usaha seperti itu.

Pandangan-pandangan masyarakat yang masih terkungkung menjadikan ekonomi terbelakang. Wanita dianggap lebih rendah dibandingkan laki-laki. Buruh dianggap lebih rendah dibandingkan pegawai pemerintah yang meski hanya juru tulis. Dalam pekerjaan orang tidak dihargai karena kemampuan tapi karena usia, jenis kelamin, kasta, keluarga, suku, dan warna kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *