Sat. Oct 19th, 2019

Fitec

Economics Review

Teori perilaku konsumen: kardinal dan ordinal

2 min read

Keputusan seseoarang untuk mengkonsumsi suatu barang akan dipelajari dalam teori perilaku konsumen kardinal dan ordinal.

 

TEORI KARDINAL

Keputusan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang  didasarkan pada perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan  biaya yang harus dikeluarkan. Ada beberapa istilah yang harus diketahui dalam membahas teori konsumsi:
1. Utilitas Total  (Total Utility/TU) yaitu nilai kegunaan yang diperoleh konsumsi
2. Utilitas Marginal (Marginal Utility/MU) yaitu tambahan kegunaan yang diperoleh dari penambahan  satu unit barang yang dikonsumsi.

 

Harga Baju (Rp)

Jumlah Baju yang dikonsumsi

Uang yang harus dikeluarkan (Rp)

Total Utilitas (Util)

Utilitas Marginal (Util)

25000

1

25000

50000

50000

25000

2

50000

125000

75000

25000

3

75000

185000

60000

25000

4

100000

225000

40000

25000

5

125000

250000

25000

25000

6

150000

250000

0

25000

7

175000

225000

-25000

25000

8

200000

100000

-125000

 

 

Dari tabel diatas

MU = P ….. (1)
Prinsip ini berlaku untuk semua barang, sehingga konsumen akan mencapai kepuasan maksimum pada saat:
MUx = Px …. (2)
MUx : tambahan kegunaan X
Px : harga barang X

 

TEORI ORDINAL

Dalam teori Ordinal menganggap bahwa kegunaan (utilitas) tidak dapat dihitung. Utilitas hanya dapat dibandingkan seperti kita menilai kecantikan atau kepandaian. Teori Ordinal menggunakan kurva Indifference Curve untuk menjelaskan pendapatnya. Kurva indeferen merupakan kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam barang yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi seorang konsumen.

Meskipun disebutkan dalam teori ordinal bahwa kegunaan/kepuasan/utilitas tidak dapat dihiting, namun untuk keperluan studi tidak salah bila kurva indiferen diterjemahkan dalam persamaan kuantitatif.
Misalnya nilai utilitas dari mengonsumsi bakso dan sate di tulis sebagai berikut:
U = X.Y      …… (3)
U = Tingkat kepuasan/ utilitas
X = Makan Bakso
Y = Makan Sate

Beberapa contoh kombinasi kepuasan tertentu dari mengkonsumsi 2 barang:

Bakso

(Mangkok per Bulan)

Sate

(Porsi per bulan)

25

4

20

5

10

10

5

20

4

25

 

 

Ada 3 asumsi yang digunakan dalam kurva indiferensi
1. Semakin Jauh kurva indiferen dari titik origin, semakin tinggi tingkat kepuasan
2. Kurva indiferen menurun dari kiri atas ke kanan bawah (downward sloping), dan cembung ke titik origin (convex to origin)
3. Tidak saling berpotongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *