Sat. Oct 19th, 2019

Fitec

Economics Review

5 Penyebab Kegagalan Pasar

3 min read

Pasar dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien bila asumsi-asumsi yang digunakan terpenuhi. Asumsi yang harus terpenuhi agar pasar bersifat efisien yaitu pelaku bersifat rasional, informasi sempurna, pasar berbentuk persaingan sempurna, dan barang bersifat privat. Namun sayang nya dunia tak berjalan seideal yang diharapkan. Tidak terpenuhinya asumsi tadi, mengakibatkan terjadinya kegagalan pasar (market failure) sehingga pengalokasian sumber daya menjadi tidak efisien.

Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya kegagalan pasar yaitu

  1. Informasi tidak sempurna (incomplete information)

Penyebab terjadinya kegagalan pasar yaitu karena adanya informasi yang tidak sempurna. Sebagai contoh kita membeli mobil bekas. Terkadang kita tidak benar-benar tahu persis tentang kualitas barang yang akan kita beli. Terkadang kita harus membayar lagi untuk memperoleh informasi tersebut dengan menyewa montir berpengalaman dan ahli untuk mengetahui kualitas barang yang kita beli. Begitu pula ketika kita ingin merekrut karyawan, terkadang perusahaan tidak benar-benar tahu kualitas calon pegawai yang akan mereka rekrut. Sehingga mereka harus membayar jasa konsultan agar dapat mengetahui kualitas calon pegawainya.

 

  1. Monopoli (monopoly power)

Salah satu asumsi yang digunakan dalam pasar yang efisien yaitu adanya pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna berarti terdapat banyak penjual dalam pasar dan produsen tidak dapat mempengaruhi harga pasar (price taker). Namun, pada kenyataan hal tersebut tidak terjadi pada dunia nyata. Pada sector-sektor tertentu bahkan ada terjadinya monopoli, dimana hanya ada satu penjual saja yang begitu kuat. Adanya monopoli dapat membawa dampak produsen menjadi penentu harga (price setter), jumlah barang yang diprodusen lebih sedikit, harga lebih tinggi dibanding pasar persaingan sempurna.

 

  1. Eksternalitas (externality)

Eksternalitas yaitu keuntungan atau kerugian yang dinikmati atau diderita pelaku ekonomi sebagai akibat dari tindakan pelaku ekonomi yang lain, tetapi tidak dapat dimasukkan dalam perhitunan biaya secara formal. Misalnya ada pabrik tapioca yang mencemari lingkungan dengan limbah ke sungai. Biaya produksi yang masuk dalam perhitungan harga tapioca dapat saja dianggap murah (ketika biaya social belum diperhitungkan). Limbah hasil pengolahan tapioca yang mencemari sungai belum diperhitungkan. Karena dampak pencemaran lingkungan akan dirasakan oleh masyarakat. Adanya dampak kerugian yang diderita masyarakat dan tidak diperhitungkan dalam system harga inilah yang disebut eksternalitas. Padahal bila biaya social diperhitungkan dalam hal ini biaya akibat pencemaran lingkungan ataupun investasi untuk pengolahan limbah diperhitungkan, maka biaya produksi tapioca akan menjadi mahal secara ekonomi.

 

  1. Barang Publik

Asumsi dasar lain yang digunakan dalam pasar yang efisien yaitu barang yang dipertukarkan bersifat privat yaitu berkarakter rival dan ekslusif. Bersifat rival/bersaing berarti bahwa barang tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan tanpa saling merugikan. Ekslusif berarti siapa yang tidak mau membayar tidak dapat memanfaatkan/menikmatinya. Contoh barang seperti ini yaitu softdrink dan nasi. Pada kenyataannya tidak semua barang bersifat privat, ada juga barang publik (public goods).  Contoh barang publik disini seperti jalan raya, taman, jembatan, dan lainnya. Untuk menikmati barang-barang tersebut anda tidak perlu membayar dan dapat dimanfaatkan bersama oleh banyak pengguna. Karena barang publik bersifat nonexclusive dan non excludable. Selengkapnya terkait barang publik akan dibahas pada postingan lainnya.

 

  1. Barang Altruisme (altruism Good)

Jenis lain dari barang yang dapat menyebabkan pasar efisien yaitu adanya barang altruism. Barang altruism yaitu barang yang ketersediaannya berdasarkan suka rela karena rasa kemanusiaan, contoh dari barang ini yaitu darah. Jenis barang ini tidak dapat diserahkan kepada mekanisme pasar sebab supply dan demand berdasarkan pada rasa kemanusiaan. Aspek supply darah dapat saja bertentangan dengan ajaran agama (dan menyebabkan terjadinya kegagalan pasar). Oleh sebab itu pemerintah mengatur supply dan demand dari darah yaitu dengan membentuk Palang Merah Indonesia (PMI). Pendonor disini memberikan darahnya karena rasa kemanusiaan dan penerima donor darah juga biasanya tidak perlu membayar untuk mendapatkan darah yang dibutuhkan. Kalaupun ada biaya, paling-paling untuk biaya administrasi dan itupun sangat murah).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *