Resesi ekonomi

By | May 8, 2020

Resesi ekonomi menjadi salah satu momok mengerikan dari dampak pandemic Covid 19. Berbagai prediksi, diskusi dan pemberitaan tidak akan terlepas dari isu resesi ekonomi. Masa pandemik Covid 19 ditenggarai akan membawa dampak double crisis. Kita menghadapi krisis kesehatan dan juga krisis ekonomi sebagai dampak lanjutannya. Berbagai pengamat dan pakar terus menakuti kita dengan istilah resesi ekonomi ini. Apa sebenarnya yang dimaksud resesi ekonomi? Bagaimana dampak resesi ekonomi sampai banyak orang memberikan warning. Itulah yang akan kita bahas pada hari ini.

Resesi ekonomi adalah periode ketika terjadi output agregat mengalami penurunan. Secara konvensional apa yang dimaksud dengan penurunan output agregat pada resesi merujuk pada penurunan ekonomi yang dinilai dari penurunan output selama dua kuartal secara berturut-turut. Bila hal seperti ini terjadi berarti perekonomian sedang tidak ada kondisi yang baik-baik saja.

Perekonomian negara secara umum dapat diketahui kemampuan ekonominya utamanya menggunakan indikator berupa output agregat. Output agregat menjadi ukuran seberapa banyak total barang dan jasa yang mampu dihasilkan dalam perekonomian tersebut pada satu periode tertentu. Semakin tinggi tingkat output agregat menggambarkan kondisi perekonomian yang lebih baik. Bila terjadi penurunan output agregat menjadi kurang baik bagi perekonomian dan standar hidup masyarakat akan menurun.

Resesi ekonomi berarti output agregat yang dapat dihasilkan dalam perekonomian tersebut menurun. Kondisi perekonomian yang menurun ini akan menyusahkan masyarakat bila terus berlanjut. Suatu kondisi resesi yang dalam dan berlangsung berlanjut akan berubah menjadi depresi. Kondisi depresi ini sering dicontohkan adalah depresi yang pernah dialami amerika serikat sekitar tahun 1930an. Dalam perkembangan ilmu ekonomi, keadaan depresi amerika serikat tersebut juga mendorong perkembangan ilmu ekonomi dengan kemunculan sejarah ekonomi makro sebagai alternatif mengatasi kondisi tersebut.

 

Dampak resesi ekonomi

Dampak resesi ekonomi akan mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat. Kondisi demikian tentu sangat tidak diharapkan. Sejauh ini kita hanya mengatakan kesejahteraan masyarakat menurun, apa saja sebenarnya dampak resesi ekonomi dan bagaimana dapat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat?

Dari pengertian resesi ekonomi diatas kita hanya mengungkapkan bahwa resesi ekonomi merupakan penurunan output agregat paling tidak 2 kuartal berturut-turut. Ada banyak dampak yang muncul akibat penurunan output agregat ini. Dampak resesi ekonomi ini akan dibahas dalam beberapa point berikut:

  1. Pengangguran dan kesulitan mencari pekerjaan

Pengangguran adalah dampak resesi ekonomi yang pasti dirasakan. Sebagaimana kita mengetahui bahwa pada resesi ekonomi terjadi penurunan output agregat. Penurunan output agregat artinya jumlah barang atau jasa yang diproduksi dalam perekonomian berkurang. Salah satu variabel yang menentukan output yang diproduksi adalah tenaga kerja. Ketika output yang diproduksi berkurang berarti tenaga kerja yang memproduksi barang atau jasa tersebut berkurang.

Dampak resesi ekonomi ini secara otomatis yaitu terjadinya pengangguran. Pada masa resesi ekonomi, perusahaan mengurangi jumlah karyawan yang mereka miliki. Pengurangan tenaga kerja ini berarti mereka yang berhenti kerja akan menjadi pengangguran.

Masa-masa resesi ekonomi adalah masa yang sulit bagi para investor. Kondisi perekonomian penuh dengan ketidakpastian. Pengusaha tidak menyukai kondisi yang tidak dapat diperhitungkan seperti ini. Pengusaha atau produsen akan berhati-hati pada saat resesi ekonomi terjadi. Kondisi seperti ini membuat produksi yang dilakukan oleh perusahaan akan terbatas dan hati-hati. Dampak nya saat resesi ekonomi begini sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

 

  1. Penurunan pendapatan dan kesejahteraan

Dampak resesi ekonomi yang output agregatnya menurun dapat menyebabkan penurunan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Bagi produsen dengan penurunan jumlah produksi berarti penurunan pendapatan yang dapat mereka peroleh. Semakin sedikit yang dapat mereka produksi berarti semakin sedikit yang dapat dijual, dan akhirnya semakin sedikit pendapatannya.

Pendapatan perusahaan yang menurun dapat berakibat pada menurunnya pendapatan karyawan atau tenaga kerjanya. Pendapatan perusahaan yang menurun bisa saja perusahaan mengambil kebijakan untuk menurunkan gaji pegawainya. Atau bahkan untuk beberapa orang, mereka dapat kehilangan pendapatan karena kehilangan pekerjaan sebagai dampak resesi ekonomi yang ada. Pengusahaan tidak mungkin mempertahankan jumlah karyawan banyak dan gaji tinggi bila kondisi perusahaan sedang menurun seperti itu.

Pendapatan yang semakin rendah berarti kesejahteraan masyarakat semakin menurun. Seseorang yang bergaji tinggi, bisa saja tiba-tiba menjadi turun drastis saat resesi ekonomi. Dengan pendapatan tinggi biasanya bisa beli barang mahal, namun saat resesi harus menahan diri karena pendapatan menurun. Bagi rakyat dengan pendapatan rendah atau yang kehilangan pendapatan akibat PHK akan lebih terasa lebih menyakitkan. Saat kondisi resesi ekonomi seperti ini bahkan untuk kebutuhan pokok saja akan menjadi lebih sulit. Artinya dampak resesi ekonomi ini menjadikan kesejahteraan dan tingkat standar hidup masyarakat menjadi turun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *