Perbedaan PDB dan PNB

Perbedaan PDB dan PNB serta perhitungan agregat lain

Pada kesempatan ini akan di jelaskan perbedaan PDB dan PNB serta perhitungan agregat lain nya. Terdapat beberapa istilah perhitungan agregat yang akan dibahas pada kesempatan ini diantaranya:

  1. Produk Domestik Bruto atau PDB, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan Gross Domestic Product atau GDP
  2. Produk Nasional Bruto atau PNB, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan Gross National Product atau GNP
  3. Produk Nasional Neto atau PNN, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan Net National Product
  4. Pendapatan Nasional atau PN, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan National Income
  5. Pendapatan Personal atau Personal Income
  6. Pendapatan Personal Dosposabel atau Disposable Personal Income

Untuk lebih jelas memahami istilah-istilah tersebut, berikut akan di jelaskan perbedaan PDB dan PNB serta perhitungan agregat lain nya secara ringkas:

 

PDB (Produk Domestik Bruto)

Produk Domesti Bruto  atau PDB menghitung hasil produksi suatu perekonomian dalam suatu wilayah tanpa memperhatikan siapa yang memiliki faktor produksi tersebut. Perbedaan PDB dan PNB yang menjadi kata kunci pertama bahwa PDB hanya melihat hasil produksi dalam suatu wilayah. Tidak peduli faktor produksi dalam wilayah tersebut dimiliki oleh warga negaranya sendiri ataupun dimiliki oleh warga negara asing. PDB dilihat dari hasil produksi dalam wilayah tersebut. Hal tersebut menjadi perbedaan PDB dan PNB. Karena PDB memperhitungkan semua output yang berlokasi dalam perekonomian tersebut tanpa memperhatikan pemilik dari faktor produksi, sehingga muncul kekurangan dalam PDB yaitu tidak dibedakan siapa pemilik faktor produksi tersebut. Apakah pemilik faktor produksi dalam perekonomian tersebut lebih banyak dimiliki oleh perekonomian domestik atau justru banyak di hasilkan oleh pihak asing.

 

Produk Nasional Bruto atau PNB

Produk Nasional Bruto atau PNB adalah nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik perekonomian. Seperti disebutkan diatas bahwa kelemahan dari PDB adalah tidak memperhatikan pemilik dari faktor produksi. Sedangkan pada PNB diperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut. Itulah perbedaan PDB dan PNB. Perlu diingat bahwa karena PDB melihat hasil produksi dalam suatu wilayah dengan tidak melihat siapa pemilik faktor produksi tersebut. Implikasinya PDB juga menghitung hasil produksi yang dimiliki oleh pihak luar negeri, serta hasil produksi yang dimiliki oleh perekonomian suatu negara (milik domestik) yang berada di luar negeri luput dari perhitungan PDB. Kelemahan yang dimiliki oleh PDB ini yang coba ditutupi dalam PNB yaitu mencoba melihat hasil produksi berdasarkan siapa yang memiliki faktor produksi. Pada PNB, nilai dari PDB coba dikoreksi dengan mengurangkan nilai produksi yang dihasilkan faktor produksi yang berasal dari luar perekonomian serta menambahkan hasil produksi yang dimiliki oleh domestik yang berada di luar negeri. Sehingga angka PNB dihasilkan dari PDB yang dikurangi hasil produksi milik pihak asing dan ditambahkan hasil produksi milik domestik yang berada diluar negeri. Kata kunci sederhana yang diingat dari PNB yaitu hasil produksi dilihat dari siapa pemilik faktor produksi, dalam hal ini dilihat dari yang dihasilkan oleh warga negara suatu perekonomian.

Sehingga rumus PNB dapat ditulis sebagai berikut:

PNB = PDB – PFLN + PFDN

Dimana:

PFLN      : Pendapatan faktor produksi luar negeri yang ada dalam perekonomian

PFDN     : Pendapatan faktor produksi perekonomian milik domestic yang berada diluar negeri

 

Selish diantara PFLN dengan PFDN disebut sebagai pendapatan faktor produksi neto (PFPN) atau net income from abroad. Sehingga PNB dapat dirumuskan juga dengan:

PNB = PDB PFPN

Bila nilai PFPN adalah negatif berarti pembayaran terhadap pendapatan faktor produksi luar negeri lebih besar daripada penerimaan atas balas jasa faktor produksi domestik yang diperoleh dari luar negeri. Dengan kata lain bahwa PFPN dengan nilai negati mengindikasikan negara lebih banyak impor dibanding ekspor. Begitu pula sebaliknya, bila nilai PFPN positif berarti lebih banyak ekspornya. Pada negara berkembangan seperti Indonesia, kecenderungannya PNPF bernilai negatif atau lebih banyak impornya.

 

Produk Nasional Neto atau PNN

Agar dapat memproduksi barang dibutuhkan barang modal. Barang modal ini diperlukan untuk menggantikan barang modal lama yang sudah using (aus) dan juga untuk menambahkan stok barang modal dari yang sudah ada. Oleh sebab itu, perusahaan atau dunia usaha perlu melakukan investasi. Pada perhitungan PDB dengan menggunakan pendekatan pengeluaran, yang dimasukan dalam perhitungan adalah pengeluaran investasi bruto. Padahal dari sisi produksi, yang lebih relevan yaitu dengan menggunakan investasi neto yaitu investasi bruto dikurangi dengan depresiasi. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang output yang lebih akurat. Dengan demikian, PNB harus dikurangi depresiasi. Angka yang dihasilkan merupakan Produk Nasional Neto (PNN)

 

Pendapatan Nasional atau PN

Berdasarkan perhitungan output nasional dengan pendekatan pendapatan, dikatakan bahwa pendapatan nasional adalah balas jasa atas seluruh faktor produksi yang digunakan. Untuk menghitung pendapatan nasional dapat digunakan rumus:

PN = PNN – PTL + S

Pendapatan Nasional (PN) dapat diturunkan dari nilai Produk Nasional Neto (PNN). Caranya yaitu denganmengurangi nilai PNN dengan angka pajak tidak langsung (PTL) dan menambahkan angka subsisi (S). Pada perhitungan diatas pajak tidak langsung harus menjadi pengurang karena tidak menggambarkan balas jasa gaktor produksi. Sedangkan subsidi ditambahkan karena merupakan balas jasa faktor produksi namun belum diperhitungkan didalam PNN

 

Pendapatan Personal

Pendapatan Nasional (PP) adalah bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu-individu dalam perekonomian, sebagai balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi. Pendapatan nasional dapat dirumuskan sebagai berikut:

PP = PN – LTB – PAS + PIGK + PMBJ

PP dapat diturunkan dari PN yaitu dengan PN dikurangi laba perusahaan yang tidak dibagikan (retained earning) karena laba tidak dibagikan (LTB) adalah hak perusahaan. Juga dikurangi dengan pembayaran asuransi social (PAS). Selain itu, pendapatan personal harus ditambahkan juga dengan pendapatn bunga yang diterima dari pemerintah dan konsumen (PIGK) serta ditambahkan juga dengan pendapatan non balas jasa (PNBJ)..

 

Pendapatan Personal Disposabel

Pendapatan Persona Disposabel (PPD) adalah pendapatan personal yang dapat digunakan oleh individu, baik digunakan untuk membiayai konsumsinya maupun untuk ditabung. Nilai pendapatan personal disposabel dapat diperoleh dari nilai Pendapatan personal dikurangi dengan pajak atas pendapatan personal (PAP).

 

Rangkuman Rumus:

Untuk dapat memahami lebih jauh disini akan di jelaskan perbedaan PDB dan PNB serta perhitungan agregat lainnya dalam bentuk rumus untuk memudahkan pemahaman. Sehingga perbedaan dari setiap istilah dapat dimengerti. Berikut rumusnya:

 

C + I + G + (X-M)               = Produk Domestik Bruto (PDB)

Ditambah                            : Pendapatan Faktor Produksi Domestik yang Ada di Luar Negeri

Dikurangi                             : Pembayaran faktor produksi luar negeri yang ada di dalam negeri

= Produk Nasional Bruto (PNB)

Dikurangi                             : Penyusutan                                                                                                    

= Produk Nasional Neto (PNN)

Dikurangi                             : Pajak Tidak Langsung

Ditambah                             : Subsidi                                                                                                              

= Pendapatan Nasional (PN)

Dikurangi                             : Laba Ditahan

Dikurangi                             : Pembayaran Asuransi Sosial

Ditambah                            : Pendapatan Bunga Personal dari Pemerintah dan Konsumen

Ditambah                            : Penerimaan Bukan Balas Jasa                                                                  

= Pendapatan Personal

Dikurangi                             : Pajak Pendapatan Personal                                                                      

= Pendapatan Personal Disposabel

 

Demikian telah di jelaskan perbedaan PDB dan PNB serta perhitungan agregat lain nya secara ringkas. Semoga dapat dimengerti.

Bagikan:

Leave a Reply