Keseimbangan Permintaan dan Penawaran [Makro]

Keseimbangan Permintaan dan Penawaran (ekuilibrium) Barang dan Jasa dalam pembahasan ini menyangkut konteks makro ekonomi. Sebelumnya telah dibahas mengenai pembahasan dari sisi makro ekonomi terkait penawaran barang dan jasa (sisi supply agregat output), dan juga membahas tentang permintaan agregat nya.  Nah, selanjutnya bagaimana kita bisa yakin bahwa semua aliran aktivitas ekonomi tersebut seimbang? Dengan kata lain, apa yang menjamin bahwa jumlah konsumsi, investasi, dan pembelian oleh pemerintah akan sama dengan jumlah output yang diproduksi? Kita akan membahas Keseimbangan Permintaan dan Penawaran dalam model klasik, dimana salah satu variabel penting yang harus diperhatikan juga yaitu adanya tingkat bunga. Dimana tingkat bunga adalah harga yang memainkan peran penting dalam keseimbangan permintaan dan penawaran barang dan jasa (aggregate demand and supply).

Ada dua cara yang dapat dipikirkan mengenai peran tingkat suku dalam perekonomian. Kedua cara tersebut yaitu 1) dengan mempertimbangkan bagaimana pengaruh tingkat suku bunga pada permintaan dan penawaran barang dan jasa; 2) dengan mempertimbangkan bagaimana tingkat suku bunga berpengaruh pada pasar keuangan, atau dengan kata lain melihat pengaruh tingkat suku bunga atas permintaan dan penawaran dana untuk dipinjamkan (loanable fund). Bila cara pertama terkait pasar barang dan jasa, maka yang kedua ini terkait dengan pasar keuangan.

Peran tingkat suku bunga dalam perekonomian, dalam rangka mencapai keseimbangan, akan dijelaskan dibawah ini:

Keseimbangan Permintaan dan Penawaran di Pasar barang dan jasa

Persamaan dibawah ini meringkas pembahasan kita tentang permintaan barang dan jasa:

Y = C + I + G

C = C (Y – T)

I = I (r)

G = G̅

T = T̅

Permintaan akan output dalam perekonomian datang dari konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah. Dalam model ini dianggap bahwa perekonomian yang dibahas merupakan perekonomian tertutup (hanya terkait pada ekonomi dalam negeri). Dari ketiga variabel yang mempengaruhi permintaan output tersebut, bila ditelusuri lagi bahwa pada sisi konsumsi akan bergantung pada disposable income (pendapatan yang siap di belanjakan). Adapun investasi sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga riil. Pembelian oleh pemerintah dan pajak merupakan variabel eksogen dari kebijakan fiskal.

Untuk dapat menganalisis model tersebut perlu juga mengingat kembali apa yang sudah dibahas terkait penawaran barang dan jasa (supply). Selengkapanya dapat dibaca disini

Perlu di ingat kembali bahwa kuantitas penawaran output dalam perekonomian ditentukan oleh dua hal yaitu faktor-faktor produksi dan fungsi produksi. Sehingga persamaannya:

Y = F (K̅, L̅)

= Y̅

Diatas telah dibahas mengenai permintaan dan juga penawaran output. Sekarang akan dikombinasikan persamaan-persamaan tersebut.

Pertama, substitusikan fungsi konsumsi dan investasi kedalam persamaan identitas akun pendapatan nasional, kita akan memperoleh:

Y = C(Y – T) + I(r) + G

Dari persamaan tersebut variabel G dan T bersifat tetap karena merupakan kebijakan fiskal dari pemerintah. Tingkat output Y juga bersifat tetap karena bergantung pada faktor produksi dan fungsi produksi, sehingga dapat kita tulis:

Y̅ = C (Y̅-T̅) + I (r) + G̅

Pada persamaan tersebut memperlihatkan bahwa penawaran output sama dengan permintaannya, dimana terdiri dari konsumsi, investasi dan pembelian oleh pemerintah.

Perlu dicatat bahwa tingkat bunga r merupakan variabel yang satu-satunya tidak dipertimbangkan didalam persamaan terakhir. Sebab tingkat suku bunga memiliki peran kunci yang dimainkan: Tingkat bunga harus menyesuaikan untuk menjamin bahwa permintaan barang sama dengan penawaran. Tingkat suku bunga yang semakin tinggi, maka tingkat investasi akan semakin rendah dan oleh karena itu, semakin rendah pula permintaan barang dan jasa, C+I+G. Bila tingkat bunga terlalu tinggi, kemudian investasi terlalu rendah dan permintaan output turun sedikit dari penawaran. Jika tingkat suku bunga terlalu rendah, kemudian investasi terlau tinggi dan permintaan melebihi penawaran. Pada tingkat suku bunga keseimbangan, permintaan barang dan jasa akan sama dengan penawarannya.

Kesimpulan ini Nampak sedikit misterius karena bagaimana tingkat bunga dapat mencapai tingkat tersebut sehingga menjadikan keseimbangan permintaan dan penawaran barang dan jasa?

Untuk menjawab pertanyaan ini maka perlu untuk mempertimbangkan bagaimana pasar keuangan berpengaruh pada teori ini.

 

Keseimbangan Permintaan dan Penawaran untuk Loanable Fund di pasar keuangan

Tingkat suku bunga merupakan biaya atas meminjam uang. Kita akan dapat mengerti pengaruh tingkat bunga dengan memikirkan tentang pasar keuangan. Untuk itu, akun identitas pendapatan nasional dapat dituliskan kembali sebagai berikut:

Y – C – G = I

Dimana Y – C – G merupakan output yang dikurangi dengan permintaan untuk konsumsi dan belanja pemerintah. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai tabungan (S). Akun identitas pendapatan nasional memperlihatkan bahwa tabungan sama dengan investasi. Tidak perlu bingung dengan persamaan ini, dari yang dipelajari sebelumnya bahwa dalam akun identitas pendapatan nasional bahwa yang mempengaruhi permintaan adalah konsumsi, investasi, dan pembelian oleh pemerintah/belanja pemerintah. Pada persamaan diatas kita tidak menemukan investasi, namun justru muncul variabel tabungan. Sederhananya dalam persamaan diatas ini digambarkan bahwa investasi sama dengan tabungan.

Persamaan identitas ini dapat dipahami dengan lengkap jika kita memecahnya menjadi dua, yaitu satu bagian merepresentasikan tabungan dari sektor swasta dan satu lagi menggambarkan tabungan dari pemerintah:

S = (Y-T-C) + (T-G) = I

(Y-T-C) disini menggambarkan disposable income dikurangi konsumsi. Hal ini sama dengan tabungan dari pihak swasta/rumah tangga. (T-G) merupakan pendapatan pemerintah dikurangi dengan pengeluaran pemeritah, dimana hal ini sama dengan tabungan publik. Jika pengeluaran pemerintah melebihi pendapatan pemerintah, kemudian pemerintah menjalankan kebijakan anggaran yang defisit dan tabungan publik nya negatif. Tabungan nasional merupakan jumlah dari tabungan swasta dan tabungan publik. Pada diagram alir aktivitas ekonomi (circular flow diagram) memperlihatkan interpretasi dari persamaan ini: bahwa aliran yang masuk dalam pasar keuangan (tabungan swasta dan tabungan publik) harus seimbang dengan aliran yang keluar (investasi).

Untuk mengetahui bagaimana tingkat suku bunga mampu membawa pasar keuangan menuju keseimbangan, perlu mensubstitusi fungsi konsumsi dan fungsi investasi kedalam akun identitas pendapatan nasional:

Y – C(Y-T)-G = I (r)

Perlu diingat yaitu G dan T bersifat tetap karena merupakan kebijakan fiskal pemerintah dan Y juga bersifat tetap karena dipengaruhi oleh faktor produksi dan fungsi produksi:

Y̅ – C(Y̅-T̅)-G̅ = I (r)

S̅ = I (r)

Pada persamaan yang berada di sisi kiri tersebut terlihat tabungan nasional tergantung dari pendapatan Y dan kebijakan fiskal G dan T. Sehingga Y, G, dan T yang bersifat tetap, maka tabungan nasional S juga bersifat tetap. Pada sisi kanan persamaan terlihat investasi tergantung dari tingkat bunga.

Tabungan dan investasi dapat diinterpretasikan sebagai penawaran dan permintaan. Pada kasus ini, “barang” adalah loanable funds, dan “harga” adalah tingkat suku bunga. Tabungan adalah penawaran loanable fund – rumah tangga meminjamkan tabungan mereka ke investor atau mendepositokan tabungan mereka ke bank yang kemudian meminjamkan dananya keluar. Investasi adalah permintaan untuk loanable funds- investor meminjam dari masyarakat secara langsung dengan membeli surat berharga (surat utang) atau secara tidak langsung dengan meminjam dari bank. Karena investasi bergantung pada tingkat bunga, kuantitas loanable funds yang diminta juga bergantung dari tingkat bunga.

Tingkat suku bunga menyesuaikan hingga jumlah yang ingin diinvestasikan oleh perusahaan sama dengan jumlah yang rumah tangga ingin tabung. Jika tingkat suku bunga terlalu rendah, investor ingin lebih banyak produksi output daripada yang rumah tangga ingin tabung. Ekuivalentnya, kuantitas loanable fund yang diminta melebihi kuantitas yang ditawarkan. Ketika hal ini terjadi, tingkat suku bunga naik. Sebaliknya, jika suku bunga terlalu tinggi, maka akan ada kecenderungan untuk menabung rumah tangga lebih besar daripada yang ingin diinvestasikan perusahaan: karena kuantitas loanable fund yang ditawarkan lebih besar dari kuantitas yang diminta, tingkat suku bunga akan turun. Keseimbangan tingkat suku bunga ditemukan ketika kedua kurva tersebut saling silang. Pada keseimbangan tingkat bunga, rumah tangga ingin menabung akan seimbang dengan yang ingin diinvestasikan oleh perusahaan, dan kuantitas dari loanable funds yang ditawarkan sama dengan kuantitas yang diminta.

Sehingga terbentuklah Keseimbangan Permintaan dan Penawaran untuk loanable fund di pasar keuangan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Perubahan keseimbangan permintaan barang dan jasa (makro)

Tue Jan 7 , 2020
Perubahan keseimbangan permintaan barang dan jasa pada pasar barang dan pasar uang dapat diakibat oleh Dampak Kebijakan Fiskal pada perubahan tabungan dan Perubahan dalam Permintaan Investasi. Perubahan keseimbangan permintaan barang dan jasa (ekuilibrium) disini dilihat dalam konteks ekonomi makro. Perubahan ekuilibrium ini akan dibahas dalam dua bagian:   Dampak Kebijakan […]
%d bloggers like this: