Keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor

By | May 7, 2020

Keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor yang dibahas pada kesempatan ini tidak terlepas dari ulasan sebelumnya mengenai perekonomian 3 sektor. Pembahasan ini sebagai lanjutan yang membahas lebih dalam mengenai kondisi keseimbangan perekonomian 3 sektor. Agar didalam pembahasan keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor ini tidak terjadi kebingungan, sebaiknya membaca terlebih dahulu mengenai perekonomian 3 sektor.

Baca selengkapnya: Perekonomian 2 sektor dan 3 sektor

Grafik siklus perekonomian 3 sektor - perekonomian tertutup

 

Keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor dengan pendekatan matematis

Syarat tercapainya keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor yaitu bila penawaran agregat (Y) sama dengan pengeluaran agregat (AE).

Penawaran agregat ini sama dengan keseluruhan barang atau jasa yang diproduksi dalam perekonomian tersebut pada suatu waktu tertentu. Penawaran agregat sama dengan pendapatan nasionalnya (Y).

Pengeluaran agregat merupakan keseluruhan pengeluaran yang dilakukan oleh semua pihak dalam perekonomian tersebut. Pengeluaran agregat (AE) terdiri dari konsumsi oleh rumah tangga (C), investasi oleh sektor perusahaan (I), dan pengeluaran pemerintah (G).

Karena syarat tercapainya keseimbangan harus penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat, maka kondisi ini dapat dirumuskan dengan:

Y = AE

Y = C + I + G        …………. (1)

Dari persamaan diatas kita mengetahui bawah pengeluaran agregat (AE) sama dengan konsumsi (C) ditambah investasi (I) dan ditambah pengeluaran pemerintah (G). Sedangkan sisi penawaran agregatnya disamakan dengan pendapatan nasional (Y). Hal tersebut karena penawaran agregat yang merupakan total hasil produksi dari perusahaan akan sama dengan sisi pendapatan yang diterima oleh rumah tangga.

Perusahaan memang yang produksi namun hasil pendapatannya akan diterima oleh rumah tangga sebagai pemiliki faktor produksi. Pendapatan nasional dipergunakan untuk tiga kebutuhan yaitu konsumsi (C), tabungan (S) dan pajak (T). Sehingga dapat dirumuskan dengan:

Y = C + S + T        …………. (2)

Sebagai mana tadi disebutkan bahwa penawaran agregat sama dengan pendapatan nasional. Bila pendapatan nasional sebagaimana rumus 2 disubsitusikan pada nilai penawaran agregat atau pendapatan nasional (Y) pada persamaan 1, maka akan didapatkan persamaan sebagai berikut:

C + S + T  = C + I + G         …………. (3)

Pada sisi kiri dan kanan sama-sama memiliki nilai C. sehingga nilai C ini bisa kita hilangkan. Karena nilai konsumsi (C) pada masing-masing ruas kita hilangkan, maka kita mendapatkan satu persamaan baru yaitu:

S + T  = I + G        …………. (4)

Dari rangkaian penjabaran rumus matematis ini, dapat kita simpulkan dua persamaan yang dapat menjadi syarat keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor. Persamaan tersebut yaitu:

Y = C + I + G        …………. (1)

S + T  = I + G        …………. (4)

 

Dari persamaan 4 sebenarnya ruas sisi kiri yang berisi S dan T dalam ekonomi makro kita menganggapnya sebagai suntikkan dalam pendapatan nasional. Sedangkan ruas yang berisi I dan G dianggap sebagai kebocoran. Sehingga dalam keseimbangan pendapatan nasional 3 sektor berlaku kondisi suntikkan dan kebocoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *