Faktor yang mempengaruhi Output Total (Produksi Total) Barang dan Jasa

Faktor yang mempengaruhi Output Total (Produksi Total) Barang dan Jasa terdiri dari faktor-faktor produksi dan fungsi produksi. Dalam pembahasan ini diulas Faktor yang mempengaruhi Output Total (Produksi Total) dari sisi pelajaran ekonomi makro terutama dalam konteks produksi. Output total (produksi total) disini menunjukkan output agregat dalam suatu perekonomian. Faktor yang mempengaruhi Output Total (Produksi Total) barang dan jasa akan dibahas dalam dua bagian yaitu faktor-faktor produksi dan fungsi produksi. Silahkan disimak rangkuman berikut:

Output Total (Produksi Total) barang dan jasa menunjukkan total barang dan jasa yang dihasil dalam suatu ekonomi. Produksi total barang dan jasa (output) ini akan dinilai dari produk domestik bruto (PDB). Sederhananya output total dari ekonomi suatu negara akan tercermin dalam PDB sebagai ukurannya.

PDB merupakan output barang dan jasa dalam ekonomi suatu negara. Faktor yang mempengaruhi PDB (output total) dari sisi produksi yaitu:

  1. Kuantitas Input yang digunakan, atau disebut juga sebagai faktor-faktor produksi
  2. Kemampuannya untuk mengubah input menjadi output, direpresentasikan sebagai fungsi produksi

 

FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

Yang dimaksud dengan Faktor-faktor produksi adalah input-input yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Terdapat 2 faktor-faktor produksi yang paling penting dalam produksi barang yaitu modal (capital) dan tenaga kerja (labor). Modal (capital) adalah sekumpulan alat-alat yang digunakan pekerja: contohnya seperti katrol yang merupakan alat bagi pekerja dibidang konstruksi, akuntan menggunakan kalkulator untuk bekerja, dan computer yang digunakan oleh penulis/blogger. Untuk memudahkan, digunakan symbol K untuk menunjukkan jumlah modal dan symbol L digunakan untuk menunjukkan jumlah tenaga kerja.

Dalam pembahasan ini kita menganggap bahwa faktor produksi dalam suatu ekonomi bersifat tertentu. Dengan kata lain, kita mengasumsikan bahwa ekonomi memiliki jumlah modal yang tetap dan jumlah tenaga kerja yang tetap. Pada pembahasan ini kita menjadikan bersifat tetap untuk memudahkan pembahasan saja.

Kita juga mengasumsikan bahwa faktor-faktor produksi digunakan secara penuh, yaitu kondisi dimana tidak ada sumber daya yang dibuang. Meskipun pada kenyataannya hal tersebut tidak terjadi di dunia nyata karena adanya pengangguran, dan hal lainnya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemahaman.

 

FUNGSI PRODUKSI

Ketersediaan teknologi produksi menentukan seberapa banyak output yang diproduksi dengan modal dan tenaga kerja dalam jumlah tertentu. Hubungan ini oleh para ekonom digambarkan dalam sebuah fungsi produksi. Selanjutnya Y akan menjadi symbol dari jumlah output, sehingga kita dapat menuliskan persamaan fungsi produksinya sebagai berikut:

Y = F (K, L)

Dari persamaan diatas menunjukkan bahwa output (Y) merupakan sebuah fungsi dari jumlah modal (K) dan jumlah tenaga kerja (L).

Fungsi produksi menunjukkan ketersediaan teknologi untuk mengubah modal dan tenaga kerja menjadi output. Bila ditemukan cara produksi sebuah barang yang lebih baik, maka memberi hasil output lebih banyak dari jumlah modal dan tenaga kerja yang sama. Oleh karena itu, perubahan teknologi mengubah fungsi produksi tersebut.

Fungsi produksi mempunyai sifat yang dikenal dengan constant returns to scale (skala pengembalian hasil yang konstan). Sebuah fungsi produksi memiliki constant returns to scale bila terjadi kenaikan dengan persentase yang sama pada semua faktor-faktor produksi menyebabkan kenaikan pada output dengan persentase yang sama. Pada fungsi produksi yang memiliki sifat constant returns to scale, kemudian mendapatkan 10 persen kenaikan output pada saat kita menaikkan keduanya (modal dan tenga kerja) dengan persentase yang sama sebesar 10 persen.  Secara matematika, sebuah fungsi produksi memiliki constant returns to scale apabila:

zY = F(zK, zL)

Pada fungsi produksi diatas z bernilai positif. Bila kita melipat gandakan keduanya dengan jumlah modal dan jumlah tenaga kerja senilai z, maka output juga akan di lipat gandakan dengan z.

Sebagai contoh fungsi produksi, coba memikikan produksi pada toko roti. Dapur dan peralatan nya adalah modal dari toko roti tersebut, tenaga yang disewa membuat roti merupakan tenaga kerja, adapun jumlah roti merupakan outputnya. Sehingga Toko roti memiliki fungsi produksi yang memperlihatkan jumlah output roti yang diproduksi dipengaruhi oleh jumlah peralatan dan jumlah tenaga kerja nya. Bila fungsi produksi mempunyai sifat constant returns to scale, kemudian menggandakan jumlah peralatan dan jumlah tenaga kerja maka jumlah output roti yang diproduksi juga akan berlipat ganda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

FUNGSI PRODUKSI COBB DOUGLAS

Mon Dec 30 , 2019
Fungsi produksi Cobb Douglas akan memaparkan bagaimana ekonomi secara aktual menjelaskan penggunaan tenaga kerja dan modal yang diubah menjadi produksi nasional/PDB. Fungsi produksi Cobb Douglas ini salah satu cara untuk menjelas kaitan tenaga kerja dan modal terhadap PDB. Pemaparan singkat terkait fungsi produksi Cobb Douglas ini akan mencakup latar belakang […]
%d bloggers like this: