Permintaan Agregat

Faktor yang mempengaruhi permintaan agregat

Faktor yang mempengaruhi Permintaan Agregat Barang dan Jasa ini akan dibahas dalam kerangka perekonomian tertutup. Pada pembahasan Sebelumnya telah dibahas mengenai tingkat produksi dan bagaimana pendapatan dari produksi di distribusikan terhadap pekerja dan pemilik modal.

3 Faktor yang mempengaruhi permintaan agregat

Sekarang pembahasan akan dilanjutkan pada salah satu bagian diagram alir (circular flow diagram) yang lain yaitu tentang Faktor yang mempengaruhi Permintaan Agregat untuk melihat bagaimana output yang diproduksi digunakan. Sebelumnya juga telah dibahas mengenai komponen PDB (produk domestik bruto) yang diidentifikasi memiliki 4 komponen yaitu: Konsumsi (C), Investasi (I), Pengeluaran Pemerintah (G), dan Ekspor Netto (NX).

Pada pembahasan circular flow diagram digambarkan ada 4 pelaku ekonomi. Untuk menyederhanakan pembahasan Faktor yang mempengaruhi Permintaan Agregat pada bagian ini akan diasumsikan pada kegiatan ekonomi tertutup. Sehingga hanya akan membahas terkait tiga pelaku ekonomi (diasumsikan negara tidak berdagang dengan negara lain).

Pada ekonomi tertutup memiliki 3 penggunaan untuk barang dan jasa yang diproduksi. Ketiga komponen PDB tersebut digambarkan dalam akun identitas pendapatan nasional yaitu:

Y = C + I + G

Sektor Rumah Tangga mengkonsumsi beberapa barang/output yang dihasilkan perusahaan; Perusahaan dan rumah tangga menggunakan beberapa dari output tersebut untuk investasi; Dan pemerintah membeli beberapa dari output yang ada untuk kepentingan publik; Pembahasan ini akan memperdalam mengenai bagaimana PDB akan dialokasikan pada ketiga penggunaan tersebut. Ketiga penggunaan tersebut memiliki aktivitas yang dalam PDB tercemin dalam konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.

 

Konsumsi sebagai faktor yang mempengaruhi permintaan agregat

Rumah tangga dalam kehidupannya akan menerima pendapatan dari pekerjaan mereka dan dari kepemilikan modal, membayarnya kembali pada pemerintah dalam bentuk pajak, kemudian mempertimbangkan seberapa banyak dari pendapatan setelah dikurangi pajak mereka akan dipakai untuk konsumsi dan di tabung.

Sebagaimana di bahas pada topik sebelumnya, bahwa pendapatan yang diterima rumah tangga akan sama dengan output dalam sebuah ekonomi negara tersebut, Y. Pemerintah menerapkan pajak pada rumah tangga sejumlah T. Meskipun pemerintah membebankan berbagai jenis pajak, namun untuk tujuan kita dalam pembelajaran ini, dapat kita gabungan semua pajak tersebut bersama. Kita mendefinisikan pendapatan setelah di bayarkan semua pajaknya dengan, Y-T, atau disebut disposable income (pendapatan yang siap dibelanjakan). Disposable income yang dimiliki rumah tangga akan mereka gunakan untuk konsumsi dan tabungan.

Asumsi yang digunakan adalah seberapa banyak yang konsumsi secara langsung tergantung dari disposable income nya. Semakin tinggi tingkat disposable income (pendapatan yang siap dibelanjakan) akan mendorong semakin besarnya konsumsi. Sehingga:

C = C(Y-T)

Terlihat dari persamaan bahwa konsumsi merupakan fungsi dari disposable income. Hubungan diantara konsumsi dan disposable income ini disebut sebagai fungsi konsumsi.

 

INVESTASI

Barang investasi dapat berasal dari pembelian oleh perusahaan dan rumah tangga. Perusahaan membayar barang investasi untuk di tambahkan kedalam modal mereka dan untuk mengganti modal yang telah rusak. Rumah tangga membeli rumah baru, yang mana hal tersebut merupakan bagian dari investasi.

Jumlah investasi bergantung juga pada tingkat suku bunga, dimana hal ini sebagai ukuran biaya dari penggunaan dana untuk membiayai investasi. Untuk proyek investasi yang menguntungkan, maka tingkat pengembalian (pendapatan dari peningkatan produksi barang dan jasa di masa depan) harus melebihi biaya (pembayaran untuk meminjam uang). Ketika suku bunga naik, beberapa proyek investasi menguntungkan dan kuantitas permintaan investasi menurun.

Dalam melihat peran suku bunga, para ekonom membedakan tingkat suku bunga menjadi tingkat suku bunga nominal dan tingkat suku bunga riil. Pembedaan ini akan relevan ketika melihat tingkat harga berubah. Tingkat bunga yang seperti biasa dilaporkan dikenal sebagai Tingkat Bunga nominal: tingkat bunga ini yang para investor bayarkan untuk meminjam uang. Sedangkan tingkat suku bunga riil merupakan tingkat bunga nominal setelah dikoreksi dari efek inflasi.

Ringkasnya, persamaan berikut menggambarkan hubungan Investas (I) dengan tingkat bunga riil (r) yaitu:

I = I (r).

Slope dari fungsi tersebut yaitu downward (menurun), ketika tingkat bunga meningkat, maka kuantitas investasi yang diminta akan menurun.

 

BELANJA PEMERINTAH

Pembelian pemerintah adalah salah satu dari komponen yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa. Contoh belanja pemerintah yaitu untuk membeli misil, senjata, dan membayar gaji pegawai, membeli buku, membangun jalan, jembatan, dan sarana publik lainnya.

Pembelian oleh pemerintah ini hanya salah satu bagian dari pengeluaran pemerintah. Karena pemerintah memiliki jenis pengeluaran pemerintah yang lain seperti subsidi pada rumah tangga seperti subsidi untuk orang miskin dan jaminan sosial untuk orang tua. Berbeda dengan pembelian pemerintah, subsidi tidak membuat pertukuran untuk beberapa output barang dan jasa dalam perekonomian. Sehingga subsisi tidak dimasukan kedalam variabel G.

Pembayaran subsidi secara tidak langsung akan mempengaruhi permintaan barang dan jasa. Subsidi adalah kebalikan dari pajak: dimana subsidi meningkatkan disposable income rumah tangga, hanya sebagaimana pajak yang mengurangi disposable income. Maka, peningkatan subsidi yang dibiayai dari pajak akan membiarkan disposable income tidak berubah. Sekarang bisa direvisi definisi dari T menjadi sama dengan Pajak di kurangi dengan subsidi. Disposable income, Y-T, termasuk keduanya dampak negative dari pajak dan dampak positif dari subsidi.

Jika pembelian pemerintah sama dengan pajak dikurangi subsidi, kemudian G=T dan pemerintah menjalan anggaran seimbang (balanced budget). Bila G melebihi T, pemerintah menjalankan anggaran defisit, dimana pendanaan digunakan dari utang, bahwa pemerintah meminjam uang dari pasar. Jika G kurang dari T, pemerintah menjalankan kebijakan anggaran surplus, dimana pemerintah dapat membayar kembali beberada utang yang dimiliki.

Pembelian oleh pemerintah dan pajak merupakan variabel eksogen. Sehingga Untuk menggambarkan hubungan variabel-variabel tersebut dibuat di luar dari model pendapatan nasional.

 

Bagikan:

Leave a Reply