Sumber Sumber Penerimaan Negara dalam APBN

Sumber Sumber Penerimaan Negara dalam APBN

Sumber sumber penerimaan negara dalam APBN sangat beragam. Karena topik ini terkait pendapatan negara berarti kita membicarakan pendapatan yang menjadi hak untuk menambah kekayaan bersih bagi pemerintah pusat. Pendapatan yang dapat menambah kekayaan bersih negara tentu dapat diperoleh dari berbagai bentuk.

Secara umum bahwa sumber sumber penerimaan negara dalam APBN dibedakan dalam 2 klasifikasi besar. Klasifikasi pertama yaitu pendapatan dalam negeri. Sumber sumber penerimaan negara dari klasifikasi ini akan terdiri dari pajak yang menjadi sumber pendapatan utama dalam APBN dan penerimaan bukan pajak. Klasifikasi kedua dari sumber sumber penerimaan negara dalam APBN yaitu penerimaan dari hibah.

Dari uraian singkat diatas memberikan kita gambaran umum mengenai sumber sumber penerimaan negara dalam APBN. Pada tulisan ini akan mencoba menguraikan lebih jauh mengenai hal-hal tersebut. Uraian ini akan dibuat dalam beberapa sub bagian sebagaimana uraian dibawah ini:

 

Sumber Sumber penerimaan negara Dalam Negeri:

Sumber Sumber Penerimaan Negara pada klasifikasi pertama dalam postur APBN akan berisi pendapatan dalam negeri. Dari klasifikasi ini akan berisi pajak dan PNBP.

1. Pajak

Pajak ialah pungutan pada masyarakat yang dapat “dipaksakan” sebab diberlakukan berdasarkan undang-undang. Tidak ada balas jasa langsung untuk pembayar pajak. Pajak biasa digunakan untuk membiayai produksi barang atau jasa publik agar tercapai kesejahteraan rakyat. Pajak memiliki fungsi diantaranya fungsi anggaran, mengatur, stabilitas dan redistribusi pendapatan.

Sumber sumber penerimaan negara dalam APBN dari perpajakan memiliki banyak jenisnya. Pajak sebagai sumber pendapatan disini dapat kelompokkan menjadi penerimaan perpajakan dalam negeri dan dari penerimaan perdagangan internasional.

a. Pajak dari dalam negeri

Terdapat banyak jenis sumber sumber penerimaan negara dalam APBN dari pajak diantaranya:

i. Pendapatan cukai

Cukai ialah pungutan yang dikenakan untuk barang yang memiliki karakteristik tertentu sesuai ketentuan undang-undang. Biasanya karakteristik barang yang dikenakan cukai berupa:

  • Barang konsumsi yang perlu pengendalian
  • Barang yang perlu pengawasan dalam peredarannya
  • Barang yang dapat membawa dampak negatif
  • Barang yang memang perlu dibebankan pungutan demi keseimbangan dan keadilan.

 

ii. Pajak bumi dan bangunan (PBB)

PPB merupakan pajak atas penggunaan tanah dan/atau bangunan. PBB ini lebih mengarah pada yang bersifat kebendaan atau ditentukan keadaan obyeknya. Jadi kondisi obyeknya (seperti tanah atau bangunan) yang menentukan besarnya pajak bukan kondisi pembayar pajak.

 

iii. Pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah (PPN & PPnBM)

PPN merupakan pajak karena mengkonsumsi barang atau jasa kena pajak. PPN dikenakan pada orang pribadi, perusahaan ataupun pemerintah yang mengkonsumsi barang atau jasa kena pajak. Sejatinya, semua barang dan jasa merupakan barang kena pajak. Kecuali ada aturan lain dalam UU. Pajak yang dapat dikenakan atas mengkonsumsi barang dapat juga berupa PPnBM. Berbeda dari PPN, Pajak Penjualan Barang Mewah khusus dikenai untuk barang-barang tertentu saja yang tergolong mewah.

 

iv. Pajak penghasilan (PPh)

PPh ialah pajak yang dipungut atas penghasilan yang dapatkan pada suatu tahun pajak. PPh dikenakan pada pribadi maupun kepada badan. Adapun penghasilan disini berarti setiap hal yang menjadi tambahan kemampuan ekonomis. Sehingga PPh dapat dikenakan seperti pada keuntungan usaha, gaji, honorarium, hadiah.

 

v. Pendapatan pajak lainnya

Sumber Sumber Penerimaan Negara dalam APBN dari sisi pajak lainnya akan mencakup banyak jenis pula. Adapun jenis-jenis pajak yang tidak termasuk pada jenis yang telah disebutkan diatas akan dimasukkan pada kelompok pajak lainnya. Beberapa diantara jenis pajak lainnya yaitu:

  • Bea Materai. Jenis pendapatan ini merupakan pajak karena pemanfaatan dokumen. Pajak materai dikenakan pada pemanfaatan dokumen yang memuat jumlah uang diatas jumlah tertentu sesuai peraturan. Contohnya pada surat perjanjian, akta notaris, surat berharga, kwitansi, dll.
  • Bunga penagihan pajak
  • Bunga penagihan PPnBM
  • Bunga penagihan PPN
  • Bunga penagihan PPh
  • Pajak tak langsung lainnya
  • Pendapatan Penjualan Benda Materai

 

b. Perdagangan Internasional

Adapun sumber sumber penerimaan negara dalam APBN yang berasal dari perdagangan internasional menyangkut bea masuk dan keluar.

  • Bea masuk. Bea masuk terkait dengan pungutan negara untuk barang impor
  • Bea keluar. Bea keluar menjadi kebalikan dari bea masuk. Pada keluar ini menjadi pungutan negara untuk barang yang diekspor.

 

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Sumber sumber Penerimaan Negara dalam APBN dapat juga berupa PNBP. Adapun PNBP menjadi pendatan negara di luar pajak dan hibah. Seseorang yang membayar pungutan PNBP akan mendapatkan manfaat baik langsung ataupun tidak langsung dari pemanfaatan sumber daya. Sumber sumber Penerimaan Negara dalam APBN melalui PNBP dapat diperoleh melalui berbagai sumber diantaranya:

  • Pendapatan dari Badan Layanan Umum (BLU)

Penerimaan dari BLU ini berasal dari kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Badan Layanan Umum. BLU ini merupakan instansi yang ditugas untuk menyelenggarakan pelayanan masyarakat baik dalam bentuk barang maupun jasa.

  • Pendapatan dari Kekayaan Negara yang dipisahkan

Pendapatan yang diperoleh pemerintah atas kekayaan negara yang dipisahkan ini terkait dengan BUMN. Pendapatan tersebut diperoleh melalui bagian pendapat pemerintah atas laba BUMN. Atau dengan kata lain dapat disebut berasal dari deviden BUMN.

  • Pendapatan Sumber Daya Alam (SDA)

Sumber sumber Penerimaan Negara dari SDA dalam APBN akan mencakup pendapatan dari sektor migas dan non migas. PNPB dari migas ini terkait bagian yang dimiliki pemerinta atas usaha hulu yang dilakukan sesuai kontrak Production Sharing (KPS). Sedang SDA non migas ialah pendapatan negara dari hasil memanfaatkan SDA diluar gas bumi dan minyak. Non migas disini contohnya dari pertambangan panas bumi, perikanan, kehutanan, dan pertambangan umum.

  • Pendapatan PNBP lainnya

PNBP lainnya ini berasal dari penerimaan kementerian/lembaga diluar dari pendapatan SDA, laba BUMN maupun BLU yang telah disebutkan sebelumnya. Pendapatan ini berasal dari kegiatan layanan yang dimiliki oleh kementerian/lembaga yang diberikan kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga. Contoh pendapatan ini seperti pendapatan dari penjualan, sewa, jasa, bunga, iuran dan denda, dan lain-lain.

 

Penerimaan Hibah:

Pendapatan dari hibah dapat berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Hibah sifatnya sebagai pemberian yang tidak perlu dibayar kembali dan tidak mengikat. Hibah ini biasanya dimanfaatkan untuk program pembangunan, penanganan bencana maupun bantuan kemanusiaan. Ada prinsip-prinsip yang harus dijalankan agar hibah dapat diterima diantaranya akuntabel, transparan, efektif dan efisien, tidak mempunyai ikatan politik, serta tidak mengandung unsur yang dapat mengganggu stabilitas negara.

Bagikan:

Leave a Reply