Pertumbuhan Ekonomi NTB tahun 2010-2016

Pada kesempatan ini akan mendeskripsikan Pertumbuhan Ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2010-2016. Deskripsi ini akan membahas nilai Produk Domestik Regional Bruto NTB, Laju Pertumbuhan Ekonomi NTB dan Sektor yang paling banyak berkontribusi pada perekonomian NTB.

Salah satu indikator makro ekonomi untuk mengukur kondisi perekonomian suatu daerah lazim nya menggunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan di suatu wilayah. Sederhananya, aktivitas ekonomi di suatu daerah yang menghasilkan barang dan jasa akan dihitung nilainya dalam PDRB. Sehingga PDRB memberikan gambaran kondisi ekonomi suatu daerah.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB Tahun 2010-2016

Pada tataran ekonomi terapan, disini kita akan melihat data produk domestik regional bruto NTB. Nilai Produk Domestik Regional Bruto NTB pada periode 2010 hingga 2016 dapat diperlihatkan pada grafik berikut:

Grafik 1 Produk Domestik Bruto Nusa Tenggara Barat tahun 2010-2016

PDRB ADHK NTB 2010-2016

Sumber: Diolah dari data BPS

Sebagaimana yang terlihat pada grafik bahwa PDRB NTB tahun 2010-2016 secara umum dapat dikatakan memiliki kecenderungan meningkat. Sebab pada tahun 2010, nilai PDRB NTB yaitu sebesar 70122726.1 juta rupiah meningkat menjadi 94548205.9 juta rupiah pada tahun 2016. Nilai PDRB NTB tertinggi yaitu pada tahun 2016, sedangkan yang nilai PDRB NTB terendah yaitu pada tahun 2012. Meskipun pada tahun 2011 dan 2012 sempat mengalami penurunan nilai PDRB, namun semenjak 2013 hingga 2016 mengalami kenaikan.

Pertumbuhan Ekonomi NTB

Laju kenaikan ataupun penurunan PDRB disini akan memperlihatkan laju pertumbuhan ekonomi. Sebab pada data PDRB yang digunakan disini menggunakan data PDRB atas dasar harga konstan. Laju kenaikan pada PDRB harga konstan menunjukkan laju kenaikan produksi, dan laju ini juga akan dikenal sebagai pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi NTB pada tahun 2010-2016 diperlihatkan pada grafik berikut:

Grafik 2 Laju Pertumbuhan Ekonomi Nusa Tenggara Barat tahun 2010-2016

Laju Pertumbuhan Ekonomi 2010-2016

Sumber: Diolah dari data BPS

Grafik pertumbuhan ekonomi diatas menunjukkan persentase kenaikan dari PDRB atas dasar harga konstan. Terlihat pada grafik 2 bahwa pada tahun 2011 dan 2012, pertumbuhan ekonomi NTB memiliki nilai negatif (dibawah nol). Pada tahun 2011 memiliki pertumbuhan ekonomi -3,91%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2011 mengalami penurunan nilai PDRB sebesar 3,91% dari tahun sebelumnya. Begitu pula pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 1,54% yang menunjukkan penurunan nilai PDRB dari tahun sebelumnya. Hal ini sama seperti yang terlihat pada grafik 1 yang memperlihatkan PDRB NTB memang mengalami penurunan pada tahun 2011 dan 2012. Sedangkan pada tahun 2013-2016 terjadi pertumbuhan ekonomi yang positif (terjadi kenaikan PDRB dari tahun sebelumnya). Pertumbuhan ekonomi tahun 2013 tumbuh sebesar 5,16 %, disusul kenaikan 5,17 % pada tahun 2014, dan mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu pada tahun 2015 dimana terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 21,77 %. Kenaikan yang tinggi tersebut juga menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi dari semua provinsi di Indonesia pada tahun tersebut. Dan pada tahun 2016, kenaikan pertumbuhan ekonomi NTB melambat menjadi 5,82%.

Kontribusi Sektoral terhadap PDRB

Bila di telusuri lebih jauh mengenai ekonomi NTB, ada 6 sektor yang memiliki kontribusi tertinggi bagi perekonomian NTB. Kontribusi keenam sektor tersebut dapat diperlihatkan pada grafik dibawah ini:

Grafik 3 Persentase Kontribusi 6 sektor tertinggi peyumbang PDRB Nusa Tenggara Barat tahun 2010-2016

Persentase Kontribusi 6 sektor tertinggi pada PDRB NTB 2010-2017

Nilai PDRB besarta laju pertumbuhan ekonomi yang kita lihat diatas, bila ditelusuri secara sektoral dipilih 6 sektor yang memiliki kontribusi tertinggi. Keenam sektor lapangan kerja tersebut memiliki sumbangsih proporsi diatas 5% pada PDRB NTB. Keenam sektor tersebut yaitu:

A. Pertanian,Kehutanan,dan Perikanan. Kontribusi sektor ini pada ekonomi NTB sangat tinggi yaitu diatas 20% dari nilai PDRB yang ada. Pada tahun 2010 sektor ini menjadi penyumbang PDRB terbesar ke 2 namun pada tahun 2012-2015, dan 2017 telah menjadi yang tertinggi berkontribusi pada ekonomi NTB. Hal ini dikarenakan oleh kontribusi sektor Pertambangan dan Penggalian yang berfluktuasi tajam dan cenderung menurun persentase kontribusinya.

B. Pertambangan dan Penggalian. Sektor ini memiliki persentase kontribusi paling tinggi pada PDRB NTB tahun 2010, namun tahun-tahun setelah cenderung mengalami fluktuasi yang tajam dan mengarah pada penurunan, terbukti dari persentase kontribusinya yang sulit menjadi yang tertinggi lagi pada tahun-tahun setelahnya, kecuali pada 2016 yang hanya unggul sedikit dari sektor Pertanian,Kehutanan, dan Perikanan.

F. Konstruksi. Sektor kontribusi sebenarnya memiliki grafik persentase kontribusi yang cukup landai terhadap PDRB NTB. Hal ini dari tidak banyak berubahnya persentase kontribusinya. Meski demikian, sektor konstruksi merupakan penyumbang terbesar ke empat pada perekonomian NTB.

G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Sepeda Motor dan Mobil. Sektor ini merupakan yang terbesar ketiga memberikan kontribusi pada PDRB NTB. Sektor ini memiliki kontribusi diatas 10% dengan tren kontribusi yang terus meningkat. Bahkan pada tahun 2014 memberikan kontribusi terbesar ke 2 pada PDRB NTB.

H. Transportasi dan Pergudangan. Sektor ini merupakan merupakan penyumbang terbesar ke lima pada PDRB NTB. Tren persentase kontribusinya memang cenderung landai dengan kenaikan tipis.

O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Sektor ini merupakan penyumbang PDRB terbesar ke enam pada PDRB NTB. Tren persentase kontribusinya memang cenderung landai dengan kenaikan tipis. Sektor ini memiliki kontribusi dan kecenderungan yang tidak berbeda jauh dari sektor Transportasi dan Pergudangan.

 

 

,
Muhammad Dzul Fadlli

Leave a Reply