Ukuran Kemiskinan Indonesia 2015-2017

Disini akan menguraikan Ukuran Kemiskinan Indonesia tahun 2015-2017. Ukuran kemiskinan di Indonesia berdasarkan BPS menggunakan garis kemiskinan dan dimana garis kemiskinan di bangun dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non makanan. Garis kemiskinan sebagai ukuran kemiskinan dapat digambarkan sebagai berikut:

GARIS KEMISKINAN MAKANAN INDONESIA 2015-2017

Grafik GARIS KEMISKINAN MAKANAN INDONESIA 2015-2017

Sumber: data BPS diolah

Dari grafik diatas terlihat data tentang garis kemiskinan makan di Indonesia pada tahun 2015-2017. Secara tren terlihat bahwa terdapat kecenderungan kenaikan untuk garis kemiskinan baik berupa garis kemiskinan makanan di wilayah pedesaan, perkotaan maupun agregat dari desa dan kota. Dari garis kemiskinan makanan ini terlihat bahwa garis kemiskinan makanan di daerah pedesaan lebih tinggi dibandingkan dengan didaerah perkotaan.

GARIS KEMISKINAN NON MAKANAN

Grafik GARIS KEMISKINAN NON MAKANAN

Sumber: data BPS diolah

Pada grafik ini diperlihatkan data tentang kemiskinan non makanan di Indonesia pada tahun 2015-2017. Dari grafik ini terlihat bahwa terdapat tren kenaikan garis kemiskinan yang relative kecil. Kenaikan garis kemiskinan ini terjadi di semua garis yaitu untuk garis kemiskinan di daerah pedesaan, garis kemiskinan di daerah perkotaan, dan garis kemiskinan agregat perkotaan+pedesaan. Selain itu juga dari segi perbandingan terlihat bahwa garis kemiskinan non makanan di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan di daerah pedesaan.

GARIS KEMISKINAN DESA DAN KOTA

Grafik GARIS KEMISKINAN DESA DAN KOTA

Sumber: data BPS diolah

Grafik diatas menggambarkan ukuran kemiskinan di Indonesia melalui garis kemiskinan yang dihitung dalam rupiah per kapita per bulan. Pada garis kemiskinan ini merupakan penjumlahan dari garis kemiskinan makan dan garis kemiskinan non makanan. Penduduk yang memiliki pendapatan lebih tinggi dari garis kemiskinan ini akan terkategori sejahtera dan yang berada dibawah garis kemiskinan terkategori miskin. Dari grafik diatas memperlihatkan perkembangan garis kemiskinan sebagai ukuran kemiskinan di Indonesia. Dapat disimpulkan dari grafik tersebut bahwa garis kemiskinan Indonesia terus mengalami kenaikan. Pada tahun 1976 garis kemiskinan di kota hanya sebesar 4.500 rupiah per kapita per bulan namun telah mengalami peningkatan menjadi 385621 rupiah  per kapita per bulan di tahun 2017. Sedangkan garis kemiskinan di desa juga mengalami kenaikan dari 2.849 rupiah per kapita per bulan pada tahun 1976 menjadi 361.496 rupiah per kapita perbulan pada tahun 2017. Dari sini juga terlihat bahwa garis kemiskinan untuk kota lebih tinggi dibandingkan garis kemiskinan di desa.

Leave a Reply