Indonesia dianggap negara Maju oleh AS

Berita Indonesia dianggap sebagai negara maju oleh AS membuat heboh publik tanah air. Nama Indonesia sudah tidak ditemukan lagi dalam daftar negara berkembang dan terbelakang yang dirilis oleh US Trade Representative pada tahun 2020. Positifnya Indonesia kini dianggap sebagai negara maju. Konsekuensi yang tidak terlalu menggemberikannya yaitu adanya potensi penurunan ekspor Indonesia ke Amerika. Hal tersebut sedikit memberikan kekhawatiran.

Indonesia dianggap sebagai negara maju seharusnya menggemberikan, lantas kenapa ada sedikit kekhawatiran? Kenapa ekspor berpotensi menurun? Apa sebenarnya konsekuensi dari Amerika memasukkan Indonesia dalam daftar negara maju?

Klaim Indonesia dianggap sebagai negara maju datang dari Amerika Serikat dalam penilaiannya terkait negara-negara yang berhak mendapat perlakuan khusus dibawah aturan Subsidies and Countervailing duty law (CVD). Dibawah aturan CVD, Amerika Serikat memberikan perlakuan khusus terkait perdagangan pada negara-negara tersebut.

AS dengan aturan CVD menunjuk negara anggota WTO yang digolongkan sebagai negara berkembang dan tidak berkembang untuk mendapatkan pengecualian de minimis dan negligible import volume untuk pengenaan tarif anti-subsidi. Pengecualian ini menjadi keuntungan bagi negara berkembang dan tidak berkembang. Sebab pada aturan CVD menetapkan aturan dan prosedur untuk mengatur penerapan langkah-langkah anti-subsidi atau countervailing duty (CVD) sehubungan dengan impor bersubsidi.

AS dan WTO mengharapkan agar perdagangan internasional dapat dilakukan dengan sehat tanpa adanya subsidi pada industry tertentu. Misal suatu negara mengekspor barang yang telah mendapatkan subsidi ke AS. Hal tersebut tidak diinginkan oleh AS karena merugikan industry sejenis dalam negeri mereka. Sebab barang dari luar AS yang masuk ke AS menjadi lebih murah dan hal tersebut merugikan industry yang ada di AS.

Negara anggota WTO yang tergolong berkembang dan tidak berkembang mendapatkan perlakuan khusus untuk melakukan perdagangan dengan AS. Negara yang mendapat perlakuan khusus tersebut dapat merasakan manfaat. Semisal pemerintah negara X masih memberikan subsidi pada industry agar memiliki keuntungan kompetitif dengan produk negaranya. Pada aturan perdangan AS tidak mengizinkan perilaku tersebut. Namun dengan perlakuan khusus (pengecualian), penerapan subsidi tersebut dibolehkan.

Perlakuan-perlakuan khusus inilah yang memberikan manfaat bagi negara berkembang. Tiap negara dan kategori bisa saja berbeda bentuk manfaat yang didapatkan. Fasilitas-fasilitas tersebut menjadi tidak dapat dinikmati lagi oleh Indonesia pasca statusnya berubah jadi negara maju.

Indonesia tidak sendirian yang dianggap sudah menjadi negara maju dalam rilis terbaru. Negara-negara lain yang telah dikeluarkan dari daftar negara berkembang diantaranya India, Thailand, Malaysia, Brasil dan Argentina. Sedangkan negara yang belum dianggap maju untuk wilayah Asia Tenggara diantaranya Kamboja, Laos, Myanmar dan Filipina.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut akan berdampak pada perdangan luar negeri. Indonesia yang sebelumnya masih mendapatkan manfaat semisal subsidi pada produknya, kini sudah tidak bisa lagi merasakannya. Dengan subsisi yang dicabut, menjadikan produk Indonesia harus bersaing dengan produk lain. Akibatnya, biasa-biaya yang harus di tanggung produk Indonesia menjadi lebih mahal dari sebelumnya mendapatkan manfaat seperti subsidi.

Pada akhirnya harga produk Indonesia akan menjadi lebih mahal. Dengan harga barang yang lebih mahal tentu penjualan di Amerika akan berkurang. Ekspor Indonesia pada ujung akan berkurang. Kini, mungkin belum dapat kita ketahui sejauh mana pengurangan ekspor atau dampak dari dikeluarkannya nama Indonesia dari daftar negara berkembang.

Beberapa ekonom masih optimis dengan kemampuan ekspor produk Indonesia. Namun disisi lain, perlu juga Indonesia memberikan perhatian pada potensi menurunnya ekspor. Produk-produk Indonesia harus melakukan perbaikan agar dapat bersaing dengan produk luar. Dengan kualitas yang baik, produk Indonesia akan dapat bersaingan di pasar Internasional.

 

Bagikan:

Leave a Reply