Ekonomi Pulau Jawa

80 Persen Ekonomi Terpusat di Pulau Jawa dan Sumatera

Ekonomi pulau Jawa dan Sumatera mendominasi di Indonesia. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara kondisi perekonomian di daerah Indonesia bagian Barat dan daerah-daerah yang berada di wilayah Timur Indonesia. Dengan melihat data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai ukuran ekonomi suatu daerah, wilayah Indonesia bagian barat seperti Jawa dan Sumetera pada tahun 2019 telah menguasai 80 persennya. Sedangkan 20 persen lainnya terbagi untuk wilayah lainnya. Mayoritas perekonomian terpusat di Jawa dan Sumetera, sedangkan daerah lainnya memiliki porsi yang kecil.

Kontribusi PDRB untuk daerah Jawa dan Sumatera mencapai 80 persen dari keseluruhan nilai ekonomi Indonesia pada tahun 2019. Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS bahwa daerah Jawa memiliki kontribusi sebesar 59 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,52 persen. Dengan kontribusi PDRB tersebut telah menjadikan lebih dari setengah perekonomian Indonesia disumbang dari ekonomi pulau Jawa. Kondisi tersebut memberikan perbedaan yang sangat mencolok dengan daerah lainnya di Indonesia.

Sedangkan daerah Sumatera memiliki kontribusi sebesar 21,32 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,57 persen. Sumatera menjadi penyumbang terbesar kedua dalam perekonomian Indonesia. Akumulasi dari kedua daerah ini telah menyumbang 80 persen atas perekonomian Indonesia.

Kontribusi terbesar selanjutnya yaitu disumbang oleh daerah Kalimantan yang berada pada posisi ketiga dan Sulawesi pada posisi ke empat. Wilayah Kalimantan memberikan sumbangan pada perekonomian Indonesia sebesar 8,05 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen. Sedangkan untuk wilayah Sulawesi memberikan sumbangan sebesar 6,33 persen dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,65 persen.

Meskipun secara luas wilayah, Kalimantan dan Sulawesi lebih besar dari Jawa dan Sumatera, namun secara ekonomi Kalimantan dan Sulawesi kalah jauh dibandingkan dengan daerah Jawa dan Sumatera. Kontribusi PDRB Kalimantan dan Sulawesi bila digabungkan masih tetap kalah dibandingkan Sumatera. Bahkan bila dibandingkan dengan ekonomi pulau Jawa, ternyata nilai kontribusi Kalimantan dan Sulawesi setara hanya dengan seperempat kontribusi Jawa. Dari hal ini terlihat perbedaan kontribusi ekonomi yang sangat besar antara daerah Jawa dengan di luar Jawa.

Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 3,06 persen pada perekonomian Indonesia, sedangkan Maluku dan Papua menyumbang sebesar 2,24. Kedua kelompok daerah ini termasuk yang memberikan kontribusi paling kecil pada perekonomian Indonesia. Kontribusi pada wilayah Timur Indonesia seperti Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua secara akumulasi ternyata hanya mencapai 5,3 persen pada perekonomian Indonesia. Nilai sumbangan yang cukup kecil pada perekonomian Indonesia.

Bila dibandingkan kontribusi PDRB Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dengan kontribusi Jawa maka akan ditemukan perbandingan 1:11. Butuh kelipatan 11 kali agar nilai kontribusi Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua setara dengan Jawa. Dari sini terlihat perbandingan kondisi perekonomian wilayah yang cukup timpang. Selain kontribusi di wilayah Indonesia bagian Timur cukup rendah, perlu diberikan perhatian pada kelompok wilayah Maluku dan Papua karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang negatif. Pada daerah Maluku dan Papua mempunyai pertumbuhan ekonomi -7,40 persen pada tahun 2019.

Pemerintah perlu memberikan perhatian pada masalah ketimpangan yang ada. Kesenjangan ekonomi pulau Jawa dan Sumatera dengan daerah lainnya cukup besar. Masyarakat tertarik berbondong-bondong ke Jawa karena faktor ekonomi yang menjanjikan. Hal tersebut dapat menjadi beban dan membawa berbagai problematika bagi kehidupan di pulau jawa sendiri. Kebijakan pemerintah harus memprioritaskan agar perekonomian diluar pulau Jawa berkembang. Sehingga masyarakat tertarik untuk tinggal dan melakukan aktivitas ekonomi di daerah lainnya. Demi keadilan ekonomi dan mengurangi problematika yang dihadapi pulau Jawa, pemerataan perlu menjadi perhatian.

Bagikan:

Leave a Reply